JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 500 pedagang Pasar Taman Puring menolak rencana relokasi ke Lokasi Binaan (Lokbin) Teras Lenteng Agung pascakebakaran.
Penolakan masif ini mencuat usai beredarnya informasi bahwa lahan eks Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bakal dialihfungsikan menjadi taman kota.
Pedagang tas, Samsudin (42) menegaskan para pedagang tidak akan angkat kaki sebelum ada kepastian tertulis mengenai pembangunan kembali fisik pasar legendaris tersebut.
"Kami tidak menolak program pemerintah, tetapi paling tidak dirikan kembali fisik bangunan Pasar Taman Puring. Jangan hilangkan ikon yang sudah puluhan tahun ada di Jakarta," kata Samsudin kepada Poskota di lokasi, Senin, 26 Oktober 2026.
Baca Juga: Relokasi 200 PKL Stasiun Tangerang Menggantung, Pedagang Masih Padati Lapak Jualan
Para pedagang menganggap opsi relokasi ke Teras Lenteng Agung kurang strategis karena lokasinya tergolong jauh serta sepi pengunjung.
Ia turut menagih janji Gubernur Jakarta, Pramono Anung yang sempat berjanji akan merenovasi serta membangun kembali pasar yang hangus terbakar tersebut.
Kondisi ekonomi pedagang kian memprihatinkan lantaran sebagian besar korban masih terbebani cicilan pinjaman modal usaha di Bank Jakarta meski tempat usahanya ludes.
"Banyak teman-teman yang tidak punya sisa barang dagangan terpaksa beralih profesi narik ojek online demi bertahan hidup dan membayar cicilan bank," ujarnya.
Ketua Koordinator Lapangan Pedagang Pasar Wisata Taman Puring, Asmuni membeberkan sekitar 200 pedagang kini nekat bertahan mendirikan tenda darurat di area eks kebakaran demi menghabiskan sisa stok barang.
Guna menyuarakan aspirasinya, para pedagang membentangkan spanduk di depan kawasan pasar serta menggalang dukungan ke anggota DPR RI agar janji revitalisasi segera terealisasi.
Asmuni menegaskan bahwa keberadaan pasar UMKM tersebut memiliki nilai sejarah tinggi sebagai pusat perdagangan produk berkualitas yang sudah dikenal hingga luar daerah.
"Kami tidak minta dibangun 100 persen seperti semula, yang terpenting ada fisik bangunannya agar Pasar Wisata Taman Puring tidak hilang," ucapnya.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan, Djaharuddin menyatakan siap memfasilitasi penampungan pedagang terdampak kebakaran sesuai kapasitas yang ada.
Namun, fasilitas Teras Lenteng Agung memiliki keterbatasan kapasitas dan hanya diperuntukkan bagi komoditas dagangan tertentu.
Dari total 125 kios di Teras Lenteng Agung, saat ini hanya tersisa 20 unit kios yang siap huni untuk kategori usaha kuliner dan fauna.
"Kami siap menampung pedagang Taman Puring, tetapi khusus jenis dagangan kuliner dan fauna. Saat ini sisa kios yang tersedia ada 20 unit," tuturnya.
