Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Hasil survei terkait kepercayaan publik terhadap dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih menjadi perbincangan publik dari beragam kalangan. Mulai dari kafe kaki lima hingga hotel berbintang lima, tak terkecuali para konsumen Warung Tegal (warteg).
“Apa lagi yang diperbincangkan, bukannya sudah jelas kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo masih tinggi,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Betul, poinnya sudah jelas. Survei menyebutkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo masih di atas 65 persen. Ini bukan hanya satu lembaga survei, hasilnya demikian, bahkan ada yang menyebut kenaikan dibanding survei sebelumnya ” tambah Yudi.
“Masih tingginya kepercayaan disebabkan sejumlah faktor, di antaranya mayoritas publik meyakini kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat kecil,” kata Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Prihatin, Petinggi PTN Terjerat Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru
“Tapi sejumlah lembaga survei menyebutkan tingkat kepuasan publik cenderung menurun, dibandingkan survei sebelumnya. Ini yang menjadi bahasan dari kalangan pakar dan pengamat. Mengapa bisa menurun?” urai mas Bro.
“Kalau menurun berarti sinyal dong, mengingat kepuasan publik bentuk evaluasi atas kinerja pemerintah sebagaimana diharapkan,” celatuk Yudi.
“Sinyal segera mencari jalan keluarnya. Jika tidak, kepercayaan pada gilirannya yang akan merosot,” jelas Heri.
“Ya, kepercayaan bisa merosot tu namanya sinyal,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Bijak Merespons 'Kupas Bawang'
Diberitakan, berdasarkan hasil survei yang beredar dari sejumlah lembaga survei, seperti dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik, Mohammad Anas RA, di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026, terdapat dua sektor krusial. yakni ekonomi serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Dikatakan, ketidakpuasan publik terhadap sektor ekonomi dipicu kondisi ekonomi keluarga, harga sembako mahal, susah mencari lapangan pekerjaan dan biaya berobat mahal.
“Hal – hal itulah yang harus segera diatasi. Warga berharap harga sembako murah meriah.Sekecil apa pun kenaikan harga sembako kian membebani warga, terlebih bagi masyarakat dengan penghasilan pas – pasan,” kata mas Bro.
‘Survei itu gambaran persepsi publik. Keluhan yang disampaikan bagian dari curhatan masyarakat atas kondisi hidupnya yang wajib didengar,” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Awas Kekeringan, Mari Hemat Air
“Kita meyakini pemerintah segera merespons kondisi yang dialami rakyatnya. Bukankah setiap program pembangunan harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat hingga yang paling bawah,” jelas mas Bro.
“Bukankah sering diingatkan juga agar para pejabat mendengar suara rakyat, bahkan suara rakyat paling bawah harus sampai ke Presiden,” urai Heri.
“Harapannya, kian banyak kebijakan yang hasilnya semakin dirasakan oleh masyarakat, bukan malah memberatkan rakyat kecil,” ujar Yudi.
