Obrolan Warteg: Merespons Curhatan Warga Soal Harga Sembako

Senin 26 Okt 2026, 10:43 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Hasil survei terkait kepercayaan publik terhadap dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih menjadi perbincangan publik dari beragam kalangan. Mulai dari kafe kaki lima hingga hotel berbintang lima, tak terkecuali para konsumen Warung Tegal (warteg).

“Apa lagi yang diperbincangkan, bukannya sudah jelas kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo masih tinggi,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Betul, poinnya sudah jelas. Survei menyebutkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo masih di atas 65 persen. Ini bukan hanya satu lembaga survei, hasilnya demikian, bahkan ada yang menyebut kenaikan dibanding survei sebelumnya ” tambah Yudi.

“Masih tingginya kepercayaan disebabkan sejumlah faktor, di antaranya mayoritas publik meyakini kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat kecil,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Prihatin, Petinggi PTN Terjerat Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru 

“Tapi sejumlah lembaga survei menyebutkan tingkat kepuasan publik cenderung menurun, dibandingkan survei sebelumnya. Ini yang menjadi bahasan dari kalangan pakar dan pengamat. Mengapa bisa menurun?” urai mas Bro.

“Kalau menurun berarti sinyal dong, mengingat kepuasan publik bentuk evaluasi atas kinerja pemerintah sebagaimana diharapkan,” celatuk Yudi.

“Sinyal segera mencari jalan keluarnya. Jika tidak, kepercayaan pada gilirannya yang akan  merosot,” jelas Heri.

“Ya, kepercayaan bisa merosot tu namanya sinyal,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bijak Merespons 'Kupas Bawang'


Berita Terkait


News Update