Obrolan Warteg: Merespons Curhatan Warga Soal Harga Sembako

Senin 26 Okt 2026, 10:43 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Senin, 26 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Diberitakan, berdasarkan hasil survei yang beredar dari sejumlah lembaga survei, seperti dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik, Mohammad Anas RA, di Jakarta, Minggu, 25 Oktober 2026, terdapat dua sektor krusial. yakni ekonomi serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Dikatakan, ketidakpuasan publik terhadap sektor ekonomi dipicu kondisi ekonomi keluarga, harga sembako mahal, susah mencari lapangan pekerjaan dan biaya berobat mahal.

“Hal – hal itulah yang harus segera diatasi. Warga berharap harga sembako murah meriah.Sekecil apa pun kenaikan harga sembako kian membebani warga, terlebih bagi masyarakat dengan penghasilan pas – pasan,” kata mas Bro.

 ‘Survei itu gambaran persepsi publik. Keluhan yang disampaikan bagian dari curhatan masyarakat atas kondisi hidupnya yang wajib didengar,” kata Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Awas Kekeringan, Mari Hemat Air

“Kita meyakini pemerintah segera merespons kondisi yang dialami rakyatnya. Bukankah setiap program pembangunan harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat hingga yang paling bawah,” jelas mas Bro.

“Bukankah sering diingatkan juga agar para pejabat mendengar suara rakyat, bahkan suara rakyat paling bawah harus sampai ke Presiden,” urai Heri.

“Harapannya, kian banyak kebijakan yang hasilnya semakin dirasakan oleh masyarakat, bukan malah memberatkan rakyat kecil,” ujar Yudi.


Berita Terkait


News Update