Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Krisis kesehatan mental menjadi salah satu tantangan paling mendesak saat ini. Sebab, gangguan kesehatan mental menjadi penyebab kedua terbesar disabilitas jangka panjang secara global.
Dampaknya luar biasa, tak hanya kerugian ekonomi, terlebih penurunan kualitas hidup masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1 miliar orang di dunia atau setara yang kira-kira setara dengan 1 dari setiap 7 orang hidup dengan gangguan kesehatan mental, dengan kecemasan dan depresi sebagai kondisi paling umum.
Dampak gangguan mental seperti depresi dan kecemasan merugikan ekonomi global hingga 1 triliun dolar AS per tahun, terutama akibat hilangnya produktivitas kerja.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Polri Bersama Masyarakat Semakin Dipercaya, Hebat, dan Kuat
Begitu pentingnya kesehatan mental (jiwa), maka WHO menetapkan Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober.
Di negeri kita, gangguan kesehatan mental cukup memprihatinkan, terdapat puluhan juta jiwa berpotensi mengidap gangguan jiwa, tak terkecuali anak- anak dan remaja.
“Tapi ingat gangguan jiwa bukan berarti ‘gila’. Stres, depresi, cemas, was- was,dan trauma juga merupakan gangguan kesehatan jiwa,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Rasa takut yang berlebihan karena lingkungan yang tidak nyaman dan aman juga bagian dari gangguan kesehatan jiwa ya?” ujar Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Batik Pakaian Bergengsi, Simbol Kekuatan Budaya Bangsa
