Oleh : Joko Lestari
POSKOTA.CO.ID – Sekarang lagi ramai dengan istilah ‘mafia’. Istilah mafia bukanlah hal yang baru di negara kita. Setahun lalu, sebut saja ramai dibahas di ruang publik soal mafia minyak mentah, mafia BBM. Dan, belum habis dibicarakan dua kata mafia tersebut, kini mencuat mafia bawang putih.
Kini, kembali mencuat mafia tanah menyusul pengungkapan kasus suap pada proses HGB di Kabupaten Bogor oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) awal pekan ini.
Karenanya mencuat usulan dari kalangan parlemen agar mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk jika di dalamnya terdapat ‘mafia tanah “.
“Segala bentuk mafia akan berdampak buruk bagi rakyat. Merugikan bangsa dan negara,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Cegah Paparan Abu Vulkanik, Sekolah Online Diperpanjang
“Lagi viral tuh, mafia tanah,” kata Yudi.
“Soal mafia tanah juga bukan hal yang baru, kita sering mendengar istilah itu. Mafia tanah akan menimbulkan ketidakadilan dalam pelayanan publik terkait pertanahan,” urai mas Bro.
“Yang dirugikan rakyat kecil karena tak punya akses dalam proses pelayanan, terlebih dipercepat. Pelayanan melalui jalan lurus, apa adanya, bagaikan air mengalir, nggak pakai jalan pintas,” kata Heri.
“Kalau mau jalan pintas ya lewat suap, imbalan gratifikasi dan korupsi, Tapi ingat jalan pintas itu salah jalan.” kata Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Sistem Pendidikan Pesantren Khas Indonesia Rujukan Dunia
