DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Musim kemarau berkepanjangan memicu krisis air bersih di lingkungan RW 05 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Imbas mengeringnya pasokan air sejak pertengahan Agustus 2026, warga terpaksa merogoh kocek hingga Rp30 ribu saban hari demi membeli enam galon air bersih untuk kebutuhan mandi dan MCK.
Salah seorang warga RT 05 RW 05, Nahrijal (47), menuturkan sumur bor di pemukimannya sudah tidak lagi memancarkan air karena menyusut drastis.
"Buat kebutuhan sehari-hari termasuk minum dan mandi harus beli air sehari 6 galon. Total pengeluaran mencapai Rp30 ribu per hari," kata Nahrijal kepada Poskota, Rabu, 16 September 2026.
Baca Juga: Kekeringan Parah Terjang 55 Desa, Warga Purwakarta Desak Pemkab Gelar Salat Istisqa
Berkat bantuan air bersih dari pemerintah, ia merasa terbantu dan tidak perlu merogoh kocek demi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Warga sudah mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah sebanyak 3 kali. Per warga mendapatkan 10 galon air bersih isi masing-masing 20 liter. Sangat membantu untuk kebutuhan minum, mandi, mencuci baju juga," ujarnya.
Warga Minta Sumur Bor Komunal
Ketua RW 05 Sawangan Baru, Suryadih membeberkan krisis air bersih berdampak pada 100 KK yang tersebar di lingkungan RT 03, 04, 05, dan 06 akibat sumur kedalaman 16 meter mengering.
Guna meringankan beban warga, pihak PMI Kota Depok bersama Rumah Zakat telah mengucurkan bantuan air bersih sebanyak tiga kali dengan total mencapai 16.000 liter.
"Bantuan air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki kapasitas 8.000 liter. Setiap warga mendapatkan jatah sekitar 10 galon air," ucapnya.
