PURWAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Alun-alun Taman Pasanggrahan Padjadjaran, Kabupaten Purwakarta, untuk melaksanakan Salat Istisqa serentak, Rabu, 16 September 2026.
Meski cuaca amat terik dengan suhu udara menyengat hingga 38 derajat Celsius, jemaah tetap khusyuk berikhtiar memohon ketukan pintu langit agar bencana kekeringan segera berakhir.
Krisis air bersih akibat kemarau panjang kini berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat Purwakarta, mulai dari ancaman gagal panen hingga krisis pasokan air bersih harian.
Imam pelaksana dipimpin Ustaz Asep Fitriadi, sedangkan ceramah dan khotbah disampaikan Ketua MUI Kabupaten Purwakarta, KH John Dien.
Baca Juga: Kekeringan Parah Terjang 55 Desa, Warga Purwakarta Desak Pemkab Gelar Salat Istisqa
Warga Keluhkan Air PDAM Menyusut dan Keruh
Ketua MUI Purwakarta, KH John Dien menegaskan, salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar sunnah muakkadah manusia saat ditimpa musim kemarau panjang.
"Intinya memohon dan mengetuk pintu langit untuk turunnya hujan. Dikabulkan kapan-kapannya itu sepenuhnya urusan Allah SWT," kata Dien, Rabu, 16 September 2026.
Ia turut mengingatkan masyarakat membarengi doa dengan ikhtiar nyata, seperti menjaga kelestarian lingkungan, area pegunungan, serta kebersihan saluran air.
Salah seorang jamaah, Diah (39), mengaku dampak kekeringan sudah mulai meluas hingga mengganggu pasokan air perumahan warga.
Baca Juga: Kekeringan Parah Terjang 55 Desa, Warga Purwakarta Desak Pemkab Gelar Salat Istisqa
"Di rumah saya sudah mulai kesulitan air. Air PDAM yang keluar debitnya makin kecil dan warnanya agak keruh," ujar Diah.
