TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendesak dugaan korupsi yang berkaitan dengan pejabat kampus pada periode sebelumnya diusut tuntas.
Mahasiswa meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada isu yang beredar, tetapi mendapat kejelasan dan ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Hafizh mengatakan persoalan itu perlu mendapat penjelasan karena jika terbukti berkaitan dengan pengelolaan kampus, dampaknya dapat dirasakan sivitas akademika, termasuk mahasiswa.
"Per hari ini kita coba untuk menguak semua hal-hal yang memang hari ini merugikan," kata Hafizh di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis, 10 September 2026.
Baca Juga: IPW Desak Polda Metro Usut Aktor Intelektual dan Aliran Dana Kerusuhan Demo 27 Agustus
Hafizh menyebutkan, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan kampus, termasuk tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT), fasilitas, dan optimalisasi aset.
Menurutnya, pengelolaan dan optimalisasi aset kampus perlu dilakukan secara maksimal sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan sivitas akademika.
Meski demikian, Hafizh menegaskan mahasiswa masih menempatkan perkara tersebut sebagai dugaan. Mahasiswa tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum proses hukum memberikan kejelasan.
"Kita menilai bahwa per hari ini kasus dugaan korupsi tersebut menjadi salah satu mungkin bagian daripada kerugian yang kita dapatkan. Tapi ini saya sampaikan masih dugaan," ujarnya.
Baca Juga: Polda Metro Terbitkan LP Model A untuk Usut Kematian Warga Pejompongan saat Kerusuhan Demo
Ia menyebutkan, mahasiswa menyerahkan proses tindak lanjut dugaan perkara tersebut kepada pihak rektorat. Pihaknya akan mendukung langkah kampus selama proses tersebut dilakukan sesuai prosedur dan bertujuan menjaga kepentingan serta nama baik UIN Jakarta.
