Untuk di kawasan Vila Pamulang, penanganan dilakukan dengan metode pemasangan bronjong batu kali. Metode tersebut digunakan karena lokasi berada di aliran sungai yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kalau di Vila Pamulang, karena itu Sungai Angke, jadi izin dari BBWS, kita diberikan izin, pemasangannya sebatas semi-permanen, dengan bentuk bronjong batu kali, diikat dengan kawat,” ucapnya.
Pembangunan bronjong batu kali di kawasan Vila Pamulang dilakukan sepanjang 164 meter dengan parapet atau pagar sepanjang 145 meter. Ketinggian konstruksi mencapai sekitar lima meter.
Sementara di Grand Serpong, pembangunan meliputi pemasangan turap baru setinggi empat meter sepanjang 165 meter, peninggian turap eksisting sepanjang 132 meter, serta pembangunan saluran pembuangan sepanjang 429 meter.
Adapun di Bukit Nusa Indah, pembangunan turap dilakukan di sisi kiri dan kanan sepanjang total sekitar 204 meter. Pekerjaan juga mencakup pembangunan parapet sepanjang 90 meter, pedestrian dan jalan inspeksi sepanjang 204 meter, serta pintu air dan sejumlah bangunan pelengkap lainnya.
Baca Juga: 2 Pelaku Percetakan Uang Palsu di Tangsel Ternyata Residivis
Dalam kesempatan itu, Pilar meminta pekerjaan di tiga titik tersebut dipercepat agar tidak terkendala musim hujan. Selain pembangunan turap dan bronjong, normalisasi aliran sungai juga perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi genangan dan banjir.
“Evaluasinya ya, saya hanya menitipkan saja, supaya pekerjaan diselesaikan secepatnya, jangan sampai nanti masuk musim penghujan, lalu terkendala sama waktu dan juga ini kan harus dinormalisasi lagi (sungainya),” ucapnya.
Selain persoalan teknis, Pilar juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan di sekitar bantaran sungai yang berpotensi menghambat penataan dan pembangunan.
Ia meminta kecamatan dan kelurahan melakukan komunikasi dengan warga untuk mencari solusi terkait penataan bangunan di pinggir sungai.
“Ini kan kepentingan bersama, dan apalagi bangunan yang tidak bersertifikat harus diserahkan untuk pembangunan bronjong. Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik. Itu catatan saya,” tuturnya.
