Jakarta Terancam Guncangan Megathrust hingga Bencana Berantai

Rabu 02 Sep 2026, 22:50 WIB
Ilustrasi retakan gempa. (Sumber: Pixabay/HtcHnm)
Ilustrasi retakan gempa. (Sumber: Pixabay/HtcHnm)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gempa megathrust di selatan Jawa tidak hanya berpotensi membuat Jakarta mengalami guncangan kuat, tetapi juga memicu sejumlah bencana ikutan yang dapat mengganggu kehidupan dan infrastruktur Ibu Kota.

Pakar gempa sekaligus anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono menyebutkan, guncangan di Ibu Kota dapat mencapai Skala MMI V hingga VII atau sedang hingga berat meski episentrum diperkirakan berada sekitar 150-200 km barat daya Jakarta.

"Kondisi geologi Jakarta menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat guncangan gempa. Jakarta berada di atas endapan aluvial atau tanah lunak yang tebal di dasar Cekungan Jakarta," kata Pakar gempa sekaligus anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono kepada Poskota, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Daryono, kondisi tersebut membuat gelombang gempa dari sumber yang jauh, terutama gelombang berperiode panjang, berpotensi mengalami amplifikasi ketika mencapai wilayah Jakarta. Dampaknya perlu menjadi perhatian, khususnya terhadap bangunan bertingkat tinggi.

Baca Juga: Jakarta Belum Puya Peta Evakuasi Gempa Terbaru

“Tanah lunak Jakarta akan memperbesar (amplifikasi) guncangan gelombang periode panjang tersebut, yang berpotensi memicu resonansi pada gedung-gedung bertingkat tinggi (high-rise buildings),” ujarnya.

Gedung pencakar langit berpotensi mengalami guncangan yang relatif lambat tetapi kuat dengan durasi yang panjang. Dalam skenario tersebut, guncangan dapat berlangsung sekitar 2-4 menit dan berisiko menimbulkan kerusakan pada bagian nonstruktural maupun struktural jika bangunan tidak memiliki standar ketahanan gempa.

Sementara itu, bangunan rendah juga tetap menghadapi risiko, mulai dari retaknya dinding hingga kerusakan tingkat sedang, bergantung pada kondisi dan kekuatan struktur bangunan. Selain guncangan, ancaman lain yang perlu diperhitungkan adalah tsunami.

"Berdasarkan pemodelan, gelombang tsunami yang memasuki Teluk Jakarta diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 0,5 meter," ucapnya.

Baca Juga: Gempa Cianjur Bukan Megathrust Selat Sunda, BMKG: Tak Berdampak hingga Jakarta

Menurutnya, ketinggian gelombang tersebut diperkirakan jauh lebih kecil dibandingkan tsunami di pesisir selatan Banten dan Lampung. Energi tsunami dapat melemah ketika gelombang melewati perairan dangkal dan sempit di Selat Sunda sebelum berbelok menuju Teluk Jakarta.


Berita Terkait


News Update