ZARFIX Marketplace tidak hanya dirancang sebagai kanal transaksi jual-beli. Platform tersebut menjadi bagian dari ekosistem digital yang ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengelola sekaligus mengembangkan bisnis.
Pemanfaatan AI diarahkan untuk mendukung otomatisasi konten, analisis data, dan penyediaan rekomendasi bisnis. Sementara integrasi sistem dan teknologi blockchain ditujukan untuk mendukung proses bisnis dan transaksi yang semakin terhubung dan transparan.
Direktur ZARFIX, Arief Budiman mengungkapkan, pemanfaatan teknologi harus memberikan manfaat langsung dan terukur bagi pelaku usaha.
“Kami tidak ingin UMKM hanya sekadar masuk ke digital. Teknologi harus membuat mereka lebih produktif, lebih efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. ZARFIX Marketplace kami bangun untuk membantu pelaku usaha naik kelas dan semakin kompetitif,” ucapnya.
Ia menyebutkan, transformasi digital UMKM tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk di marketplace. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan teknologi untuk mengelola operasional, memahami pasar, meningkatkan produktivitas dan mengambil keputusan bisnis secara lebih efektif.
Kehadiran ZARFIX Marketplace dalam Bazar BUMA di Muktamar NU juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara BUMA dan ZARFIX dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan audiensi dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bagian dari pengembangan kemitraan strategis.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan kekuatan jaringan komunitas dan pelaku usaha dengan teknologi digital. Dengan demikian, inovasi teknologi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai sebuah produk, tetapi dapat menjadi instrumen untuk membuka peluang usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat kemandirian ekonomi digital Indonesia.
