POSKOTA.CO.ID - Dokter Eklendro Senduk membagikan sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kulit tetap sehat saat musim kemarau.
Musim kemarau sendiri tidak hanya membuat suhu udara terasa lebih panas dan meningkatkan aktivitas masyarakat di luar ruangan, tetapi juga dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kesehatan kulit.
Bagi sebagian orang, perubahan kondisi kulit selama musim kemarau mungkin hanya dianggap sebagai persoalan penampilan.
Namun, menjaga kesehatan kulit tetap penting karena kulit merupakan lapisan terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung dari berbagai faktor lingkungan.
Dokter estetika sekaligus konsultan kecantikan di Indonesia itu menjelaskan bahwa kondisi kulit kusam dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Paparan sinar matahari menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Sinar ultraviolet dapat memberikan dampak terhadap kulit, terlebih bagi masyarakat yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan.
Lantas, apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kulit tetap sehat selama musim kemarau?
Simak tips menjaga kesehatan kulit ala Dokter Eklendro Senduk, seperti dikutip Poskota dari kanal YouTube Kata Dokter, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit
Berikut adalah beberapa tips menjaga Kesehatan kulit saat musim kemarau yang bisa diikuti dari Dokter Eklendro Senduk.
1. Jangan Abaikan Kondisi Kulit yang Mulai Kering
Cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering dapat membuat kulit kehilangan kelembapan.
Kulit yang kekurangan kelembapan biasanya terasa lebih kencang, kasar, atau bahkan mengelupas pada kondisi tertentu.
Kulit kering juga dapat membuat wajah terlihat kurang segar dan lebih mudah tampak kusam.
Oleh karenanya, menjaga kelembapan kulit menjadi bagian penting dari perawatan selama musim kemarau.
Penggunaan pelembap dapat disesuaikan dengan jenis kulit. Pemilik kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap, tetapi dapat memilih tekstur yang lebih ringan.
Sementara itu, pemilik kulit kering dapat mempertimbangkan pelembap dengan kemampuan menghidrasi yang lebih tinggi.
2. Bersihkan Wajah dari Debu dan Polusi
Selain sinar matahari, debu dan polusi juga dapat menempel pada permukaan kulit selama beraktivitas di luar ruangan.
Jika tidak dibersihkan dengan baik, kotoran dapat menumpuk dan membuat kulit terlihat kusam. Membersihkan wajah secara rutin menjadi langkah dasar yang penting.
Namun, penggunaan produk pembersih juga sebaiknya tidak berlebihan karena terlalu sering mencuci wajah atau menggunakan pembersih yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit.
Pembersih wajah sebaiknya dipilih berdasarkan jenis dan kondisi kulit. Setelah beraktivitas di luar ruangan, wajah dapat dibersihkan untuk menghilangkan kotoran, keringat, dan sisa produk yang menempel.
3. Lakukan Eksfoliasi untuk Angkat Sel Kulit Mati
Kulit secara alami mengalami proses regenerasi. Sel kulit lama akan terlepas dan digantikan oleh sel kulit baru.
Namun, penumpukan sel kulit mati pada permukaan kulit dapat membuat wajah terlihat kurang cerah dan teksturnya terasa lebih kasar.
Eksfoliasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengangkat sel kulit mati.
Sejumlah produk perawatan kulit mengandung bahan seperti AHA maupun salicylic acid yang digunakan untuk kebutuhan eksfoliasi tertentu.
Meski demikian, eksfoliasi tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Penggunaan bahan aktif terlalu sering dapat menyebabkan iritasi, terutama pada kulit yang sensitif.
Karena itu, frekuensi dan jenis eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit.
Jika muncul kemerahan, rasa perih, atau iritasi setelah menggunakan produk tertentu, penggunaannya perlu dievaluasi.
4. Pilih Produk Skincare Sesuai Kondisi Kulit
Musim kemarau bukan berarti semua orang harus menggunakan produk skincare yang sama.
Setiap orang memiliki jenis dan kondisi kulit yang berbeda sehingga kebutuhan perawatannya juga tidak selalu sama.
Pemilik kulit kering, misalnya, perlu lebih memperhatikan hidrasi dan kelembapan.
Sementara itu, pemilik kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap, tetapi dapat memilih produk dengan tekstur yang lebih ringan dan nyaman digunakan.
Penggunaan skincare juga sebaiknya tidak semata-mata mengikuti tren di media sosial.
Produk yang cocok untuk orang lain belum tentu memberikan hasil yang sama pada kulit seseorang.
5. Konsumsi Makanan Bergizi untuk Mendukung Kesehatan Kulit
Perawatan kulit tidak hanya dilakukan dari luar. Asupan makanan juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit.
Pola makan yang seimbang dengan konsumsi buah dan sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Makanan yang mengandung antioksidan juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari untuk membantu tubuh menghadapi paparan radikal bebas dari lingkungan.
Namun, konsumsi makanan tertentu tidak dapat dianggap sebagai solusi instan untuk mengatasi kulit kering atau kusam.
Kesehatan kulit tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perawatan dari luar, kondisi lingkungan, gaya hidup, dan faktor individu.
6. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Aktivitas di tengah cuaca panas dapat membuat tubuh lebih banyak kehilangan cairan melalui keringat. Karena itu, kebutuhan cairan perlu diperhatikan selama musim kemarau.
Minum air yang cukup membantu menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan. Namun, hidrasi dari dalam tidak menggantikan penggunaan pelembap untuk kulit yang memang membutuhkan perawatan kelembapan dari luar.
Keduanya dapat dilakukan secara beriringan sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan tubuh dan kulit.
7. Olahraga dengan Memperhatikan Waktu
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Olahraga juga berkaitan dengan sirkulasi tubuh yang baik sehingga dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Namun, ketika musim kemarau dengan suhu yang tinggi, waktu berolahraga perlu diperhatikan. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dilakukan pada waktu ketika paparan matahari tidak terlalu kuat.
Setelah berolahraga, tubuh dan wajah juga perlu dibersihkan dari keringat. Hal ini penting terutama bagi orang yang memiliki kulit berminyak atau mudah mengalami masalah akibat pori-pori tersumbat.
8. Gunakan Sunscreen Secara Konsisten
Sunscreen menjadi salah satu produk yang penting dalam rutinitas perawatan kulit, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaannya bukan hanya bertujuan menjaga tampilan kulit tetap cerah, tetapi juga membantu memberikan perlindungan terhadap paparan sinar UV.
Sunscreen sebaiknya digunakan secara konsisten dan dipakai sesuai petunjuk pada produk.
Ketika melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, perlindungan dapat perlu diperbarui sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan.
Baca Juga: Polusi Udara Jakarta jadi Sorotan, Pemprov DKI Siapkan Penyesuaian Regulasi
Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter Kulit?
Kulit kering dan kusam umumnya dapat ditangani dengan perawatan dasar yang sesuai.
Namun, masyarakat perlu lebih waspada apabila perubahan kondisi kulit disertai keluhan lain.
Diantaranya seperti, kemerahan menetap, rasa gatal berlebihan, perih, luka, pengelupasan berat, atau keluhan yang tidak kunjung membaik.
Dalam kondisi tersebut, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mengetahui penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.
Perawatan profesional juga dapat dipertimbangkan bagi seseorang yang memiliki masalah kulit tertentu dan tidak mendapatkan hasil dari perawatan mandiri.
