POSKOTA.CO.ID - Nama Ricky Roesli kembali ramai diperbincangkan setelah Sefas Group terlibat dalam pengambilalihan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia. Perhatian publik kemudian bergeser ke profil Ricky Roesli, mulai dari pendidikan, perjalanan karier, hingga pertanyaan tentang keluarga dan kehidupan pribadinya.
Namun, ada satu hal yang perlu diluruskan sejak awal. Ricky Roesli bukan membeli bisnis SPBU Shell secara pribadi. Sefas Group yang didirikannya bersama Herman Soegeng menjadi bagian dari perusahaan patungan bersama Citadel Pacific Limited untuk mengambil alih bisnis hilir Shell di Indonesia.
Citadel Pacific menjadi pemegang saham mayoritas, sedangkan Sefas berada sebagai pemegang saham minoritas.
Baca Juga: Kronologi Pelecehan Seksual Melibatkan Artis EJR dan Penyanyi NB, Berawal dari Unggahan Threads
Sefas Terlibat dalam Pengambilalihan Bisnis Shell
Melansir dari situs Shell, Shell mengumumkan kesepakatan pengalihan bisnis SPBU Indonesia pada 23 Mei 2025. Transaksi tersebut mencakup jaringan SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi bahan bakar, serta terminal bahan bakar di Gresik.
Ketika transaksi diumumkan, Shell memiliki sekitar 200 lokasi SPBU di Indonesia, dengan lebih dari 160 lokasi dimiliki perusahaan.
Meski demikian, kesepakatan tersebut bukan berarti merek Shell langsung menghilang dari Indonesia. Shell menyatakan mereknya tetap digunakan melalui perjanjian lisensi setelah proses pengalihan selesai. Produk bahan bakar juga tetap dipasok melalui Shell.
“Kegiatan operasional bisnis SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa,” kata Shell saat menjelaskan kelanjutan bisnis tersebut.
Hingga Februari 2026, proses transaksi masih berada dalam tahap penyelesaian dan menunggu sejumlah persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia. Target penyelesaiannya tetap diarahkan pada 2026.
Ricky Roesli dan Perjalanan Sefas Sejak 1997
Keterlibatan Sefas dalam transaksi ini sebenarnya bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Perusahaan tersebut sudah memiliki hubungan panjang dengan Shell sejak akhir 1990-an.
Berdasarkan profil resmi perusahaan, Ricky Roesli dan Herman Soegeng mendirikan Sefas pada Oktober 1997. Bisnisnya bermula melalui PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Timur sebelum berkembang ke berbagai wilayah Indonesia.
