POSKOTA.CO.ID - Hujan yang sempat turun di sejumlah wilayah Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026 siang hari memantik rasa penasaran masyarakat.
Pasalnya, hujan turun di Jakarta ketika musim kemarau sedang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, tak terkecuali DKI Jakarta.
Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, jika bulan Agustus-September 2026 merupakan puncak musim kemarau di Indonesia dengan kondisi yang lebih kering.
Lantas, adakah penjelasan ilmiah mengenai penyebab hujan turun di Jakarta saat musim hujan?
Baca Juga: Daftar Kasus Kecelakaan KRL di Jabodetabek Sepanjang 2026, Terbaru Insiden di Tebet dan Tangerang
Kenapa Hujan Bisa Turun saat Musim Hujan?
Mengutip dari website resmi BMKG, meski musim kemarau tengah berlangsung, namun bukan berarti hujan tidak dapat turun sama sekali. Hujan masih tetap bisa turun saat musim kemarau karena disebabkan oleh dinamika atmosfer lokal.
Hal yang perlu dipahami oleh masyarakat adalah musim kemarau bukanlah musim tanpa hujan, melainkan curah hujan di suatu tempat kurang dari 50 mm/dasarian dan terjadi minimal tiga dasarian berturut-turut.
Jadi, tidak heran jika turun hujan di suatu wilayah walaupun kondisinya sedang memasuki musim kemarau.
Baca Juga: Hendak Balap Liar di Duren Sawit, Lima Pemuda Digelandang Polisi
Pramono Klaim Hujan di Jakarta karena Modifikasi Cuaca
Sementara itu, Gubenur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut hujan yang mengguyur sebagian wilayah ibu kota pada Rabu, 19 Agustus 2026 merupakan hasil modifikasi cuaca yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI terus berupaya membuat hujan buatan dengan memanfaatkan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Langkah ini dilakukan lewat kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan BMKG.
