Menurut Jupriono, salah seorang penghuni ponpes bernama Namid terbangun setelah mendengar suara keras dari bagian belakang bangunan. Saat diperiksa, ia mendapati api telah membakar bangunan pesantren.
"Api berasal dari dapur pesantren berisi kardus, kitab-kitab suci Al Quran dan freezer. Dugaan kuat penyebab akibat korsleting listrik," kata Jupriono.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Selain petugas Damkar, warga sekitar juga turut membantu memadamkan api secara manual.
Baca Juga: Penyebab Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta Karena Apa? Ini Dugaan Awalnya
Warkop di Beji Terbakar Pukul 05.40 WIB
Kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 05.40 WIB di sebuah warkop di Jalan M Ridwan Rais, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji.
Petugas Damkar Kota Depok berjibaku memadamkan api hingga berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.40 WIB.
Area warkop yang terbakar diperkirakan seluas 4 x 3 meter persegi. Namun, hingga proses penanganan selesai, kerugian akibat kebakaran tersebut belum dapat ditaksir.
Tesy memastikan tidak ada korban luka maupun meninggal dunia dalam kebakaran warkop tersebut.
Setelah api berhasil dipadamkan, penanganan kedua lokasi kebakaran diserahkan kepada aparat kepolisian di wilayah masing-masing untuk proses lebih lanjut.
"Penanganan lanjut sudah diserahkan ke masing-masing anggota kepolisian setempat yaitu Polsek Cimanggis dan Polsek Beji," ujar Tesy.
