TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan membangun sistem penyediaan air berupa toren dan tandon di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, sebagai langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran susulan setelah insiden kebakaran besar yang melanda kawasan tersebut.
Meski kebakaran telah dinyatakan padam total pada hari ke-11, proses penanganan di lokasi masih terus berlangsung. Pemkab Tangerang tetap melakukan pembasahan dan pendinginan di area bekas kebakaran guna mengantisipasi munculnya bara api, terutama di tengah musim kemarau.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan penanganan pascakebakaran belum dihentikan meskipun api telah berhasil dipadamkan.
Hingga kini, sejumlah alat berat masih beroperasi untuk meratakan tumpukan sampah sekaligus membuka akses menuju titik-titik yang sebelumnya terbakar. Selain itu, beberapa unit mobil pemadam kebakaran juga tetap disiagakan untuk melakukan penyiraman secara berkala.
Baca Juga: Hari Kedelapan, TPA Jatiwaringin Tangerang Masih Terbakar
Asap tipis masih sesekali terlihat keluar dari bekas area kebakaran. Karena itu, proses pembasahan terus dilakukan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.
"Jadi masa transisi ini, kami dimintakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementerian LH dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, supaya upaya-upaya pendinginan atau pembasahan yang ada di TPA Jatiwaringin terus dilakukan, supaya tidak ada kebakaran susulan," ujar Maesyal, Selasa, 14 Juli 2026.
Maesyal menjelaskan proses penyiraman dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bagian bawah, tengah, hingga puncak timbunan sampah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat musim kemarau meningkatkan risiko munculnya titik api baru di kawasan TPA.
Baca Juga: Kapolda Banten Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Dilakukan Secara Terpadu
Selain melanjutkan pembasahan, Pemkab Tangerang juga akan memperkuat sistem mitigasi kebakaran dengan membangun fasilitas penyimpanan air di area TPA.
