DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cipayung, Kota Depok, pada Jumat, 18 Juli 2026, diduga dipicu oleh gas metana yang mempercepat penyebaran api. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyampaikan dugaan tersebut usai meninjau lokasi kebakaran bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, pada Jumat pagi.
Menurut Chandra, api diduga muncul dari satu titik sebelum kemudian membesar dengan cepat akibat adanya gas metana yang berasal dari tumpukan sampah.
"Api cepat membesar membakar area TPA diduga akibat gas metana. Jadi memang ada titik api muncul, kemudian membesar mungkin karena ada gas metana di sekitar situ, sehingga apinya langsung membesar dan menjalar," ujar Chandra.
Baca Juga: BPBD Petakan 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Kebakaran saat Kemarau
Chandra menegaskan, dugaan tersebut masih bersifat sementara. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih didalami oleh Polres Metro Depok.
Ia menjelaskan sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab kebakaran.
"Para saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres Depok. Terkait perkembangan hasil penyelidikan kami belum mendapat pembaruan. Dari rekaman CCTV, titik awal munculnya api terlihat tidak ada orang di lokasi," katanya.
Baca Juga: Status Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin Dicabut, Pemkab Tangerang Tetap Lanjutkan Mitigasi
Tidak Ada Korban Jiwa maupun Kerugian Material
Pemerintah Kota Depok memastikan peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Selain itu, tidak ada kerusakan material di luar area yang terbakar di TPAS Cipayung.
