TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Pilot maskapai asal Malaysia berinisial MSO, 39 tahun, membawa botol berisi urine bersih yang diduga untuk mengelabui tes narkoba.
Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Satria Yudhatama menjelaskan, botol kecil berisi cairan berwarna kuning itu ditmeukan dalam tas milik tersangka. Botol tersebut diduga sengaja dibawa agar tersangka terlihat bersih saat tes urine.
"Jadi informasi dari unit pengawasan bahwa betul ditemukan botol berisi urine, antisipasi yang bersangkutan apabila dilakukan tes urine," kata Satria saat dikonfirmasi, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurut Satria, botol berisi urine tersebut belum sempat digunakan saat tersangka diamankan petugas. Berdasarkan pengakuan MSO, urine bersih itu diambil sebelum mengonsumsi narkotika dan digunakan jika sewaktu-waktu dirinya dites.
Baca Juga: 548 Warga Binaan dan Petugas Rutan Tangerang Jalani Tes Urine
"Jadi jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan akan digunakan yang di botol tersebut," ucapnya.
Pilot tersebut ditangkap setelah petugas Bea Cukai mencurigai isi koper yang melintas di mesin X-ray di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta, Kota Tangerang, Banten, Selasa, 28 Juli 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, koper tersebut diketahui berisi narkotika jenis sabu dan diambil langsung oleh pemiliknya yang merupakan pilot salah satu maskapai asal Malaysia.
Dalam pemeriksaan awal, MSO mengaku hanya bertugas membawa barang tersebut atas perintah seseorang yang kini masih diburu penyidik. Ia mengklaim dijanjikan imbalan sebesar 50.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp220 juta apabila berhasil mengantarkan narkotika tersebut ke Jakarta.
Baca Juga: Dijanjikan Rp220 Juta, Pilot Malaysia Nekat Selundupkan 25 Kg Ekstasi ke Indonesia
"Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, ineks dan kokain. Jadi pada saat terbang itu sedang memakai," tutur Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang.
Menyusul pengungkapan kasus tersebut, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta memperketat pengawasan terhadap barang bawaan seluruh awak pesawat, baik penerbangan internasional maupun domestik. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan profesi awak penerbangan sebagai sarana penyelundupan narkotika.
