Kementan Sebut Riset Varietas Tembakau Rendah Nikotin Butuh 30 Tahun, Soroti Nasib Petani

Senin 27 Jul 2026, 17:21 WIB
Ilustrasi tembakau. (Sumber: Komunitas Kretek)
Ilustrasi tembakau. (Sumber: Komunitas Kretek)

Yudi menjelaskan, penurunan kadar nikotin melalui persilangan tradisional atau non-GMO membutuhkan proses seleksi genetik yang panjang. Setiap generasi tanaman membutuhkan satu musim tanam, sedangkan untuk menstabilkan sifat rendah nikotin tanpa menghilangkan ketahanan tanaman terhadap hama lokal diperlukan banyak generasi persilangan.

“Tanpa waktu transisi sepanjang ini, industri lokal dipastikan kolaps lebih dulu sebelum benih ideal tersebut selesai diteliti,” jelasnya.

Baca Juga: Pro Kontra Pemilik Warteg tentang Kawasan Bebas Rokok di Jakarta

Ia menyebut kadar nikotin sejumlah tembakau lokal Indonesia, seperti Kemloko di Temanggung dan Mole di Jawa Barat, dapat berada pada kisaran 3 hingga 8 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, tanah, iklim, serta paparan sinar matahari.

Tantangan Menghasilkan Tembakau dengan Nikotin di Bawah 1 Persen

Yudi mengatakan menghasilkan tembakau dengan kadar nikotin sangat rendah, yakni di bawah 1 persen atau kurang dari 10 mg per gram daun kering, merupakan tantangan besar.

Salah satu alasannya karena tembakau merupakan tanaman yang sangat spesifik terhadap lokasi atau site-specific. Interaksi antara genetik tanaman, kondisi tanah, iklim, ketinggian, dan mikroklimat dapat memengaruhi karakteristik hasil panen.

“Hal ini mengingat tanaman tembakau adalah salah satu komoditas yang sangat spesifik lokasi (site-specific), di mana interaksi genetik tanaman dengan iklim dan tanah setempat menentukan hasil akhir,” paparnya.

Baca Juga: Pansus Pastikan Raperda Kawasan Tanpa Rokok Jakarta Tidak Rugikan Pedagang Kecil

Selain persoalan biologis, petani juga akan mempertimbangkan aspek ekonomi. Varietas baru dengan kadar nikotin rendah harus memiliki pasar dan nilai jual yang sebanding dengan varietas lokal yang selama ini mereka budidayakan.

“Karena petani akan melihat dari sisi keuntungannya untuk dapat membudidayakan varietas tembakau yang baru tersebut,” kata Yudi.

Menurutnya, terdapat sejumlah pendekatan yang secara ilmiah dapat digunakan untuk menurunkan kadar nikotin pada tanaman tembakau.

  1. Pemuliaan dan Persilangan Konvensional

Metode ini dilakukan dengan mengawinkan varietas lokal yang memiliki karakteristik fisik kuat dengan varietas yang secara genetik mempunyai kadar nikotin lebih rendah.


Berita Terkait


News Update