CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat, Abdul Karim menegaskan pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai pilar peradaban sekaligus garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal itu disampaikannya saat menggelar kegiatan Dialog Wakil Rakyat di Pondok Pesantren Al-Aliyah Liqiroatilqulub, Desa Kadupandak, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Minggu, 26 Juli 2026.
Dalam dialog yang dihadiri para pengasuh pesantren, santri, tokoh agama, dan masyarakat tersebut, Abdul Karim mengatakan keberadaan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter generasi bangsa.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, sistem pendidikan pesantren telah terbukti mampu membentuk pribadi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
"Pesantren memainkan peran penting sebagai pilar peradaban dan garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendekatan pendidikan yang holistik. Di pesantren, ilmu pengetahuan tidak hanya diarahkan untuk mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai agama," kata Abdul.
Ia menjelaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, tantangan moral yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Karena itu, keberadaan pondok pesantren dinilai menjadi benteng yang mampu menjaga nilai-nilai luhur bangsa sekaligus memperkuat karakter masyarakat.
Abdul menilai pesantren selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang berintegritas, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.
"Pesantren merupakan benteng moral yang menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan ideologi Pancasila di tengah tantangan modernitas. Nilai-nilai kebangsaan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air terus ditanamkan kepada para santri sebagai bekal menghadapi perubahan zaman," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pesantren sebagai salah satu aset penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Jabar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pesantren semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Melalui kegiatan Dialog Wakil Rakyat tersebut, Abdul Karim berharap aspirasi dari kalangan pesantren dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada penguatan pendidikan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan masyarakat yang religius, cerdas, dan berdaya saing.
