CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim menghadiri gelaran Hari Jadi Tatar Sunda yang berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Sunda di Jabar.
Abdul Karim menilai, peringatan Hari Jadi Tatar Sunda bukan sekadar seremoni budaya, melainkan pengingat asal usul dan nilai-nilai luhur masyarakat Sunda yang dikenal someah atau ramah.
“Peringatan Hari Jadi Tatar Sunda ini harus menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan akar budaya Sunda yang menjunjung tinggi sikap someah, santun, dan menghargai sesama,” kata Abdul Karim.
Menurut politisi Partai Genrindra itu, budaya Sunda memiliki nilai kebersamaan dan keramahan yang harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman. Ia berharap kegiatan budaya seperti ini dapat memperkuat identitas masyarakat Jabar sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur.
Abdul Karim juga mengapresiasi penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya dalam rangka Hari Jadi Tatar Sunda yang dinilai mampu memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat luas.
“Melalui pagelaran ini, masyarakat bisa kembali mengenal sejarah dan budaya Sunda. Nilai-nilai kearifan lokal harus terus diwariskan agar budaya Sunda tetap hidup dan berkembang,” ujar legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur tersebut.
Pemerintah Provinsi Jabar menetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda melalui Peraturan Gubernur Jabar Nomor 13 Tahun 2026. Penetapan tersebut bertujuan memperkuat akar budaya dan sejarah masyarakat Sunda.
