PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal (ABK) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ketujuh pada Senin, 14 September 2026. Di tengah upaya tim SAR yang belum membuahkan hasil, puluhan nelayan di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggelar ritual adat Larung Saji sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Prosesi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Puluhan warga bertolak dari Dermaga Pantai Marina Carita menggunakan perahu menuju tengah laut. Dalam prosesi tersebut, warga melarungkan seekor kerbau yang telah disembelih sebagai bentuk munajat agar keberadaan delapan korban dapat segera ditemukan.
Ketua Nelayan Kecamatan Carita, Abah Si'in, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan gabungan dari tradisi tahunan ruat laut dan syariat doa khusus menghadapi musibah.
"Kita memohon doa kepada Allah SWT supaya para korban ini bisa segera ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak. Semoga ke depan kita juga dijaga dari segala musibah," ujar Abah Si'in saat ditemui Pos Kota di lokasi, Senin.
Baca Juga: Sebelum Hilang Kontak di Selat Sunda, Rombongan Jurnalis Titip Mobil dan Ransel di Penginapan
Abah Si'in menambahkan, tradisi larung saji ini diharapkan bisa membawa titik terang bagi operasi pencarian yang sedang berjalan, sekaligus memberi kekuatan moral bagi keluarga korban.
"Ini bagian dari munajat kita. Semoga keluarga korban selalu diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus menyisir wilayah perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan kapal beserta delapan penumpang yang hilang kontak sejak pekan lalu.
