PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni memastikan keluarga delapan korban yang hilang di perairan Selat Sunda terus mendapatkan pendampingan dan bantuan dari pemerintah selama proses pencarian berlangsung.
Selain pendampingan, Andra Soni mengatakan pihak keluarga juga terus mendapatkan informasi mengenai perkembangan operasi SAR yang dilakukan tim SAR gabungan.
"Usulan atau permintaan perpanjangan waktu operasi SAR ini juga datang dari hasil kami berdialog dengan pihak keluarga," ungkap Andra Soni saat ditemui di Posko SAR Carita, Pandeglang, Senin, 14 September 2026.
Menurut Andra, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga korban selama proses pencarian berlangsung.
Baca Juga: Polda Metro Gelar Doa Bersama untuk Rombongan Jurnalis dan ABK Hilang di Selat Sunda
"Kami juga memastikan pihak keluarga korban terlayani dengan baik dan terus diberikan informasi terkait perkembangan hasil pencarian ini. Sampai hari ini, informasi itu terus kami sampaikan," katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk turut mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi situasi tersebut.
"Kita juga memohon doa agar pihak keluarga dari delapan korban ini selalu diberikan ketabahan dan kesabaran. Kita juga selalu memberikan dukungan moril kepada keluarga korban," sambungnya.
Memasuki hari ketujuh operasi SAR, delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026 hingga kini belum ditemukan.
Delapan korban tersebut terdiri dari lima orang jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu atau guide.
Sebelumnya, Gubernur Banten meminta tim SAR gabungan memperpanjang waktu pencarian. Permintaan tersebut kemudian dikabulkan, sehingga operasi SAR diperpanjang selama tiga hari ke depan.
