Pramono Pastikan KBM SD 15 Srengseng Sawah Tidak Diliburkan

Selasa 14 Jul 2026, 08:43 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberikan keterangan tentang kegiatan KBM di SDN 15 Srengseng Sawah tidak diliburkan di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberikan keterangan tentang kegiatan KBM di SDN 15 Srengseng Sawah tidak diliburkan di Balai Kota Jakarta, Senin, 13 Juli 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, tetap berlangsung meski sempat diwarnai ancaman bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026.

Menurut Pramono, pihaknnya telah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terkait insiden tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan aparat keamanan, ancaman bom yang dilaporkan tidak terbukti setelah dilakukan penyisiran oleh tim gabungan.

"Kebetulan saya tadi sudah berkomunikasi dengan seluruh jajaran yang ada di Balai Kota. Memang betul di SD Negeri 15 Srengseng Sawah Jakarta Selatan ada yang melakukan ancaman," kata Pramono kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2026.

Pramono menjelaskan, laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat keamanan dengan melakukan sterilisasi di lingkungan sekolah. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh area sekolah bebas dari ancaman sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung dengan aman.

Baca Juga: Mengaku 'Iseng', Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Diperiksa Kejiwaannya

"Tetapi ketika dilakukan pengecekan, kemudian ada Densus 88 dan juga tim Gegana, ternyata tidak ada seperti yang disampaikan," ujarnya.

Meski situasi dinyatakan aman, ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku yang menyebarkan ancaman tersebut. Menurutnya, aksi semacam itu tidak boleh dibiarkan karena dapat memicu kepanikan di lingkungan sekolah.

"Dan kami akan tetap meminta untuk orang yang melakukan teror menggunakan isu ini untuk didalami dan mudah-mudahan itu tidak terjadilah, tetapi yang jelas kami minta untuk ini didalami," ucapnya.

Pramono memastikan tidak ada rencana meliburkan sekolah maupun menerapkan pembelajaran secara daring. Ia menegaskan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan ancaman nyata, sehingga aktivitas belajar mengajar tetap dilanjutkan dengan kewaspadaan.

Baca Juga: Tak Ada Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Tim Gegana Rampungkan Sterilisasi

"Jadi jangan kemudian karena ini hari pertama ada yang nakut-nakutin terus kemudian kita semua takut. Tapi kita tetap waspada untuk itu," tuturnya.


Berita Terkait


News Update