POSKOTA.CO.ID - Rivalitas Inggris dan Argentina selalu menghadirkan cerita yang lebih besar dari sekadar pertandingan sepak bola.
Dua negara dengan sejarah panjang di Piala Dunia itu kini kembali dipertemukan pada semifinal Piala Dunia 2026 setelah penantian selama dua dekade.
Laga yang berlangsung di Stadion Atlanta ini menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke partai final menghadapi pemenang duel Prancis kontra Spanyol.
Di atas kertas, pertandingan diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama datang dengan modal performa meyakinkan sepanjang turnamen.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel berhasil mengubah The Three Lions menjadi tim yang sulit dikalahkan. Di sisi lain, Lionel Scaloni membawa Argentina sebagai juara bertahan yang masih mempertahankan konsistensi permainan sejak menjuarai Piala Dunia 2022.
Semifinal seperti ini bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga siapa yang mampu mengendalikan tekanan selama 90 menit.
Baca Juga: Lewat Tradisi Seren Taun, Warga di Lebak Jaga Ketahanan Pangan
Perjalanan Inggris dan Argentina Menuju Semifinal
Inggris menunjukkan mental yang kuat sepanjang fase gugur. Setelah keluar sebagai juara grup, mereka melewati laga sulit melawan DR Kongo sebelum menyingkirkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar.
Perempat final menjadi ujian sesungguhnya saat menghadapi Norwegia. Sempat tertinggal, Inggris bangkit lewat dua gol Jude Bellingham pada babak tambahan waktu dan memastikan kemenangan 3-2.
Sementara itu, Argentina tampil tak kalah impresif. Tim asuhan Lionel Scaloni menyapu bersih fase grup, lalu bangkit dari ketertinggalan saat mengalahkan Mesir 3-2.
Pada babak delapan besar, Swiss memaksa Argentina bermain hingga extra time. Namun gol Julián Álvarez memastikan kemenangan 3-1 sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan La Albiceleste di Piala Dunia sejak 2022.
