Google Mulai Ditinggalkan, Ini Platform yang Jadi Pilihan Baru

Senin 13 Jul 2026, 20:28 WIB
John Jumper, ilmuwan peraih Nobel sekaligus pencipta AlphaFold, resmi meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung dengan Anthropic di tengah ketatnya persaingan talenta AI global. (Sumber: WIkimedia Commons)
John Jumper, ilmuwan peraih Nobel sekaligus pencipta AlphaFold, resmi meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung dengan Anthropic di tengah ketatnya persaingan talenta AI global. (Sumber: WIkimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Persaingan mengembangkan kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi hanya soal menghadirkan model AI paling canggih. Di balik layar, perusahaan teknologi terbesar dunia juga berlomba mendapatkan peneliti terbaik yang menjadi otak di balik inovasi tersebut.

Gelombang perpindahan talenta AI kembali menjadi sorotan setelah ilmuwan senior John Jumper mengumumkan keputusannya meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung dengan Anthropic. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa perebutan sumber daya manusia di industri AI masih terus memanas dan diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.

Nama John Jumper bukan sosok asing di dunia kecerdasan buatan. Bersama tim Google DeepMind, ia menjadi salah satu pencipta AlphaFold, sistem AI yang mampu memprediksi struktur protein dengan tingkat akurasi tinggi. Teknologi tersebut dinilai membawa perubahan besar bagi riset biologi dan kedokteran karena mampu memangkas waktu penelitian yang sebelumnya memakan waktu bertahun-tahun.

Pada 2024, Jumper bahkan menerima Penghargaan Nobel bersama CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, atas kontribusi mereka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan melalui AlphaFold.

Baca Juga: Daftar HP Xiaomi RAM 8GB Terbaru di Indonesia, Ini Perbedaan Redmi 15C, Redmi 15, hingga Redmi Note 15 5G

Dalam unggahan di platform X, Jumper mengonfirmasi keputusan tersebut.

"Setelah hampir sembilan tahun, saya memutuskan meninggalkan Google DeepMind untuk bergabung ke Anthropic," tulis John Jumper.

Meski memilih melanjutkan karier di perusahaan lain, Jumper tetap menggambarkan Google DeepMind sebagai tempat yang memiliki peran besar dalam perjalanan profesionalnya. Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap berbagai penemuan AI yang masih akan lahir dari laboratorium tersebut.

Perang Talenta AI Semakin Sengit

Perpindahan John Jumper menambah daftar ilmuwan AI papan atas yang meninggalkan Google dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, Noam Shazeer, salah satu pemimpin pengembangan model Gemini AI, juga dikabarkan memilih bergabung dengan OpenAI.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perusahaan seperti Meta, OpenAI, Anthropic, hingga Alphabet saling bersaing merekrut peneliti terbaik demi mempercepat pengembangan AI generasi berikutnya.

Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai kebutuhan terhadap peneliti AI saat ini berada di level yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Berita Terkait


News Update