Ia berharap generasi muda terus melestarikan tradisi leluhur sekaligus menjaga hutan, sawah, dan lingkungan yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat adat.
Selain itu, Abah Yoyo meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur menuju kawasan adat yang hingga kini masih menjadi kendala bagi mobilitas warga maupun wisatawan.
"Kami berharap pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat dapat membantu menyelesaikan pembangunan akses jalan menuju Kasepuhan Cisitu agar masyarakat dan wisatawan lebih mudah berkunjung," harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menilai, keberadaan Kasepuhan merupakan aset strategis yang menjadi identitas Kabupaten Lebak.
"Lebak memiliki tiga kekuatan besar, yaitu Baduy, Multatuli, dan Kasepuhan. Inilah identitas yang harus diperkuat karena menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain," ujarnya.
Menurut Amir, penguatan identitas budaya akan mendorong berkembangnya sektor pariwisata, investasi, penelitian akademik, hingga ekonomi masyarakat berbasis budaya.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, Seren Taun menunjukkan bahwa masyarakat adat Kasepuhan Cisitu masih mempertahankan sistem nilai yang relevan dengan tantangan masa kini.
"Ketika isu ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan perubahan iklim menjadi perhatian dunia, masyarakat adat di pedalaman Lebak telah mempraktikkan prinsip-prinsip itu selama ratusan tahun melalui tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi," bebernya.
