"Hari ini merupakan kirab budaya yang dilengkapi Sawer Buhun. Prosesi ini menjadi doa dan harapan agar hasil pertanian diberikan keberkahan, tanaman tumbuh subur, menghasilkan panen yang baik, serta masyarakat selalu memperoleh keselamatan," ungkap Abah Yoyo, Senin 13 Juli 2026.
Menurutnya, Seren Taun bukan hanya seremoni budaya, tetapi merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat.
"Ini adalah bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat adat," katanya.
Abah Yoyo menjelaskan, Kasepuhan Cisitu berdiri sejak 1621, sedangkan Seren Taun pertama kali dilaksanakan pada 1685 dan terus diwariskan tanpa pernah terputus hingga sekarang.
"Saya merupakan generasi kedelapan yang mengemban amanah sebagai pemangku adat," ujarnya.
Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Ciujung Lebak
Selama delapan hari pelaksanaan, masyarakat menjalani delapan tahapan ritual, mulai dari pendataan warga adat, penyambutan padi, masa istirahat adat, penghormatan terhadap padi, tawasulan, doa kepada leluhur, turun ronda sebagai simbol perlindungan adat, hingga puncak Seren Taun.
"Seren Taun 2026 ini didanai melalui program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan," katanya.
Di balik seluruh prosesi tersebut tersimpan filosofi yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat, yakni menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
"Sistem penyimpanan padi di leuit telah lama menjadi mekanisme cadangan pangan yang membuat masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada mekanisme pasar ketika menghadapi musim paceklik," tuturnya.
Abah Yoyo juga menegaskan bahwa tradisi adat tidak bertentangan dengan ajaran agama. Menurutnya, seluruh rangkaian Seren Taun berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam yang dianut masyarakat Kasepuhan Cisitu.
"Kalau ada yang bertanya masyarakat adat itu Islam atau bukan, kami tegaskan masyarakat Kasepuhan Cisitu adalah Islam. Seluruh rangkaian adat juga diiringi doa-doa keagamaan," tegasnya.
