Obrolan Warteg: Pemimpin Berbohong Saja Berdosa, Apalagi Korupsi

Jumat 10 Jul 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Jumat, 10 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Jumat, 10 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Pemimpin yang berbohong kepada rakyat merupakan pemimpin yang berdosa dan mengkhianati kepentingan negara,.

Ini pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Program Mandatori Biodesel B50 di Rest Area KM 57 Kabupaten Karawang, Jawa Barat , Kamis, 9 Juli 2026.

Ditegaskan Presiden : Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan.

Baca Juga: Obrolan Warteg: MBG Bukan Program Ujug-Ujug

“Ingat yang berbohong saja sudah berdosa, lantas bagaimana pemimpin yang korupsi,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Yang korupsi berarti lebih – lebih dari yang berdosa,” ujar Yudi.

“Iya, Korupsi itu tidak hanya berbohong, tapi sudah memanipulasi data dan kewenangan yang dimiliki. Sudah pula mengambil uang rakyat. Uang yang seharusnya untuk program kesejahteraan rakyat diselewengkan untuk kepentingan pribadinya,” urai mas Bro.

“Kembali ke soal berbohong berarti menyembunyikan kebenaran palsu .Bisa jadi yang buruk dikatakan baik guna menutupi kebohongan. Yang salah dikatakan benar,” ujar Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Dulu Bahan Bangunan, Kini Sumber Energi Dikorupsi

“Kalau sudah yang palsu – palsu urusannya ribet karena yang dirugikan bukan hanya rakyat penerima manfaat program, juga pemilik program itu sendiri,” kata Yudi.

“Tapi ingat kebohongan tak selamanya bisa tertutupi, saatnya akan terungkap .

Filosofi berbahasa Jawa mengatakan: Becik, ketitik, olo ketoro yang artinya perbuatan baik nantinya akan diketahui, perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui, Waktu yang akan mengungkapnya,’ urai mas Bro.

“Ingat pula pepatah: Ngunduh wohing pakarti. Apapun yang kita lakukan – kerjakan akan membuahkan hasil yang sepadan.Jika perbuatan baik akan mendatangkan kebaikan, keburukan akan membuahkan keburukan, boleh jadi buahnya akan berlipat,” tambah Heri.

“Karena itu kalian jangan suka berbohong kepada teman. Lebih baik katakan terus terang, tak perlu ada yang disembunyikan. Jika baik katakan baik, buruk katakan buruk,” kata Yudi.

“Setuju, sesama teman wajib saling mengingat untuk kebaikan. Jangan karena yang mengingatkan seorang teman, orang biasa – biasa saja lantas dipandang sebelah mata,” kata Heri.

“Kalau yang mengingatkan presiden bagaimana?,” tanya Yudi.

“Pesan dari orang biasa saja harus direspons dengan baik, apalagi dari kepala negara kepada para pemimpin negeri ini, sudah seharusnya menjadi perhatian utama untuk dijalankan,” kata mas Bro


Berita Terkait


News Update