POSKOTA.CO.ID - Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan program ujug-ujug, tetapi sudah dirancang Prabowo Subianto sekitar 20 tahun lalu. Seperti dikatakan Hashim Djojohadikusumo, pada sebuah acara di Jakarta, akhir pekan lalu, program ini adalah janji Prabowo jauh sebelum terpilih menjadi presiden.
Menurut Hashim yang Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu, Prabowo bercita-cita memperbaiki kesehatan anak-anak Indonesia yang menderita stunting. Tak heran saat kampanye sebagai calon wapres pada 2009, Prabowo mengusung program tersebut, lalu berlanjut pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024.
Setelah terpilih sebagai Presiden ke-8 RI, Prabowo merealisasikan program MBG yang menyasar 62 juta lebih penerima manfaat, mulai siswa sekolah, ibu menyusui, ibu hamil, serta tenaga pendidik. Program itu disebut tidak akan terhenti sampai berhasil.
“Janji adalah utang, terlebih janji kepada rakyat, maka harus ditepati,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Dulu Bahan Bangunan, Kini Sumber Energi Dikorupsi
“Merujuk kepada keterangan Hashim, program MBG itu, selain untuk memenuhi janji kampanye, sejatinya sebuah tekad untuk memperbaiki dan meningkatkan gizi anak-anak dan ibu-ibu hamil,” kata Heri.
“Bahkan, cita-cita itu terukir dalam dirinya sejak masih menjadi perwira muda setelah menyaksikan masalah stunting masih menerpa sebagian anak-anak Indonesia, terutama di pedesaan,” ucap Yudi.
“Jadi begitu peduli terhadap masalah pemenuhan gizi bagi anak-anak ya,” kata Heri.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. karenanya perlu disiapkan sejak dini dengan memberikan makanan yang sehat dan bergizi guna menyiapkan generasi cerdas dan berkualitas menuju Indonesia Emas,” kata mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem, Ada Apa?
“Iya juga, bagaimana generasi menjadi cerdas dan berkualitas, jika sejak dini tumbuh kurang sehat, kurang gizi,” tutur Yudi.
