Obrolan Warteg: Kehendak Rakyat, Bukan Pribadi

Kamis 25 Jun 2026, 07:00 WIB
Obrolan Warteg, 25 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan Warteg, 25 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh :Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID –  Demokrasi selain memerlukan dukungan sistem checks and balances, pada saat yang sama meniscayakan integritas moral elite. Elite yang dipilih rakyat wajib memiliki kesadaran etik dan tanggung jawab politik yang tinggi.

Mandat rakyat dengan segala aspirasi dan kepentingannya harus menyatu dalam jiwa, pikiran, sikap, dan tindakannya bermarwah negarawan.

“Ucapan dan perbuatannya harus berlandaskan kepada kepentingan rakyat, bukan kerabat ya,”ujat bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Safari Loloskan PSI Ke Senayan

“Begitu juga ketika merancang dan mengambil keputusan politik, yang menjadi patokan adalah kepentingan rakyat, bukan pihak lain. Bila ingin membangun legasi politik pun harus demi rakyat, bukan untuk kemegahan diri,” tambah Yudi.

“Ya harus begitu,Ingat suara rakyat telah diberikan kepada caleg yang terpilih. Maknanya mereka telah mengamanatkan suaranya kepada wakil yang dipilih. Logikanya, apa yang disuarakan wakil rakyat adalah cerminan suara rakyat," urai mas Bro.

“Kalau yang diaspirakan bukan kepentingan rakyat, bagaimana,” tanya Yudi.

“Iya, itu bukan cerminan suara rakyat, tetapi kepentingan anggota dewan. Tapi ingat boleh jadi memenuhi kepentingan politik partainya,” ujar mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Integritas Perlu Realitas, Tak Sebatas Di Atas Kertas

“Kepentingan parpol sudah semestinya, tetapi kepentingan rakyat tetap yang utama Bro,” kata Yudi.


Berita Terkait


News Update