“Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menghadirkan manfaat nyata, menurunkan biaya logistik, meningkatkan produktivitas, membuka akses terhadap pelayanan dasar, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.
Menurut AHY, paradigma pembangunan infrastruktur saat ini harus semakin berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui konektivitas yang lebih baik dan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Infrastruktur tidak boleh hanya menjadi simbol pembangunan. Yang paling penting adalah bagaimana dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, apakah mampu memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air, meningkatkan kualitas hidup, serta menciptakan peluang ekonomi,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan pembangunan jalan melalui program IJD bertujuan memperlancar rantai pasok pangan sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan produksi dan pusat-pusat konsumsi.
“Infrastruktur jalan yang diresmikan merupakan alat pengungkit pertumbuhan ekonomi, penguatan konektivitas nasional, dan wujud nyata kehadiran negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah,” tuturnya.
Melalui pembangunan jalan daerah yang semakin merata, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang menjadi lebih efisien, biaya logistik dapat ditekan, serta berbagai potensi ekonomi daerah dapat berkembang lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
