POSKOTA.CO.ID - Arti desil 9 dan 10 dalam DTSEN baru-baru ini menjadi perbincangan hangat publik setelah isu pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite bagi golongan masyarakat tertentu mencuat ke publik.
Pemerintah diketahui tengah membahas rencana pembatasan distribusi BBM subsidi jenis RON 90. Rencana ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa setelah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menilai distribusi BBM subsidi selama ini belum tepat sasaran dan masih banyak dinikmati oleh golongan masyarakat yang masuk kategori mampu.
Oleh karena itu, pemerintah akan melarang pembelian Pertalite bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 9 dan 10 di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 14 Agustus 2026 Turun Tajam ke Rp2.664.000 per Gram, Beli Sekarang?
"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya dalam keterangannya.
"Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan gitu," ujar Purbaya.
Pernyataan tersebut membuat tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya mengenai apa itu kelompok desil 9 dan 10 yang tidak akan bisa lagi membeli BBM subsidi.
Apa Itu Desil?
Sebelumnya perlu diketahui bahwa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan basis data milik Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Adapun, dalam DTSEN desil digunakan untuk mengelompokkan masyarakat dengan melihat tingkat kesejahteraan sosial ekonominya. Data ini menjadi acuan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) atau subsidi pemerintah.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 12 Agustus 2026 Turun Tajam Jadi Rp2.680.000 per Gram, Waktunya Beli?
