Serapan Anggaran Pandeglang Semester I Baru 42,98 Persen, DPKAD Ungkap Penyebabnya

Jumat 14 Agu 2026, 17:24 WIB
Kantor BPKD Kabupaten Pandeglang. (Sumber: Dok. Istimewa)
Kantor BPKD Kabupaten Pandeglang. (Sumber: Dok. Istimewa)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pandeglang belum mencapai 50 persen hingga semester pertama 2026.

Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pandeglang, realisasi belanja daerah baru mencapai 42,98 persen atau sekitar Rp1,083 triliun dari total alokasi sebesar Rp2,521 triliun.

“Serapan belanja daerah baru sebesar 42,98 persen dari alokasi belanja daerah sebesar Rp2.521.421.555.067,00. Baru terserap sebesar Rp1.083.717.484.366,00,” kata Kepala Bidang Akuntansi DPKAD Pandeglang, Cecep Malik Ismali kepada wartawan, Jumat 14 Agustus 2026.

Dari sisi pendapatan daerah, realisasi hingga mencapai 47,24 persen hingga semester pertama. Dari target daerah pendapatan Rp2.520.912.747.887,00 pada 2026, baru terealisasi sebesar Rp1.191.029.708.850,29.

Baca Juga: Warga Sumur Pandeglang Ambil Bola di Sungai Berujung Diserang Buaya Muara, Bahu Kanan Terluka

Menurut Cecep, salah sebuah faktor yang memengaruhi rendahnya serapan belanja daerah adalah penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant (SG) dari pemerintah pusat pada Juli 2026.

“Dana DAU SG oleh pemerintah pusat baru disalurkan ke daerah di bulan Juli. Jadi, belanja daerah yang menggunakan sumber dana dari DAU SG baru bisa diserap pada bulan Juli,” ujarnya.

Selain faktor penyaluran dana dari pemerintah pusat, lambatnya penyerapan juga dipengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari 131 program yang tersebar di 64 OPD, baru 20 program yang capaian realisasinya mencapai lebih dari 50 persen. Sementara itu, 111 program lainnya masih memiliki realisasi di bawah 50 persen.

Baca Juga: Kandang Kambing Terbakar, Peternak di Pandeglang Rugi Rp350 Juta

“Penyerapan program dan kegiatan di OPD juga melambat. Untuk penyebabnya, OPD yang lebih memahami,” ucapnya.


Berita Terkait


News Update