Jelang Lebaran 2026, Bahlil Lahadalia Pastikan Cadangan BBM dan LPG Nasional Aman

Sabtu 14 Mar 2026, 16:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM dan LPG aman menjelang Lebaran 2026. (Sumber: Dok. Kementrian ESDM)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM dan LPG aman menjelang Lebaran 2026. (Sumber: Dok. Kementrian ESDM)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga menjelang perayaan dan arus mudik Lebaran 2026.

Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG) disebut dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat melaporkan kondisi stok energi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada Jumat 13 Maret 2026.

Dalam laporan tersebut, pemerintah menegaskan cadangan BBM nasional berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar selama periode Lebaran.

Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menteri HAM Natalius Pigai Tegaskan Siap Kawal Kasus

Cadangan BBM Nasional Aman

Melansir laman resmi Kementrian ESDM, Bahlil Lahadalia dalam paparannya menjelaskan bahwa cadangan berbagai jenis BBM berada pada tingkat yang cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan saat libur panjang Idulfitri.

Cadangan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 tercatat mencapai 24,39 hari, melampaui batas minimal yang dipersyaratkan. Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 mencapai 28 hari dan RON 98 berada pada angka 31 hari.

Untuk sektor bahan bakar diesel, stok solar subsidi mencapai 16,41 hari. Adapun solar CN 53 tercatat memiliki cadangan hingga 46 hari, sedangkan avtur yang digunakan untuk penerbangan memiliki cadangan sekitar 38 hari.

"Jadi saya pikir untuk urusan bensin, insya Allah clear Bapak (Presiden). Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG, insya Allah aman Bapak," tambah Bahlil.

Baca Juga: Pastikan Stok Pangan Aman jelang Lebaran 2026, Polri-Bulog Gelar Pangan Murah Serentak

Pasokan LPG Dipantau Ketat

Selain BBM, pemerintah juga memantau secara ketat kondisi pasokan LPG nasional. Bahlil menyebut rantai pasok LPG global saat ini mengalami dinamika yang cukup signifikan.

Indonesia saat ini mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG setiap tahun. Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari Amerika Serikat dengan porsi sekitar 70 hingga 72 persen. Sementara itu, sekitar 20 persen lainnya berasal dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dipenuhi dari sejumlah negara lain.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, pemerintah menyiapkan strategi diversifikasi sumber impor. Salah satunya dengan memperluas kontrak jangka panjang dari Amerika Serikat serta beberapa negara lain, termasuk Australia.

"Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG," imbuhnya.

Baca Juga: Komnas HAM Kecam Serangan Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS

Produksi Solar Domestik dan Penguatan Kilang Nasional

Sementara itu, pemerintah memastikan stok solar relatif stabil karena seluruh pasokannya berasal dari produksi dalam negeri. Kondisi ini juga diperkuat dengan beroperasinya proyek peningkatan kapasitas kilang minyak nasional.

Salah satunya melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan pada Januari 2026. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.

Dengan pengembangan kilang tersebut, Indonesia diperkirakan dapat mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton serta solar sekitar 3,5 juta ton. Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin masih dipenuhi dari impor negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Pemerintah juga menegaskan akan terus memperkuat produksi energi dalam negeri melalui pembangunan kilang dan peningkatan kapasitas produksi agar ketahanan energi nasional semakin kuat di masa mendatang.


Berita Terkait


News Update