Jelang Lebaran 2026, Bahlil Lahadalia Pastikan Cadangan BBM dan LPG Nasional Aman

Sabtu 14 Mar 2026, 16:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM dan LPG aman menjelang Lebaran 2026. (Sumber: Dok. Kementrian ESDM)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM dan LPG aman menjelang Lebaran 2026. (Sumber: Dok. Kementrian ESDM)

Indonesia saat ini mengimpor sekitar 7,6 juta ton LPG setiap tahun. Sebagian besar pasokan tersebut berasal dari Amerika Serikat dengan porsi sekitar 70 hingga 72 persen. Sementara itu, sekitar 20 persen lainnya berasal dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dipenuhi dari sejumlah negara lain.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, pemerintah menyiapkan strategi diversifikasi sumber impor. Salah satunya dengan memperluas kontrak jangka panjang dari Amerika Serikat serta beberapa negara lain, termasuk Australia.

"Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi, untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG," imbuhnya.

Baca Juga: Komnas HAM Kecam Serangan Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS

Produksi Solar Domestik dan Penguatan Kilang Nasional

Sementara itu, pemerintah memastikan stok solar relatif stabil karena seluruh pasokannya berasal dari produksi dalam negeri. Kondisi ini juga diperkuat dengan beroperasinya proyek peningkatan kapasitas kilang minyak nasional.

Salah satunya melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan pada Januari 2026. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.

Dengan pengembangan kilang tersebut, Indonesia diperkirakan dapat mengurangi impor bensin hingga 5,5 juta ton serta solar sekitar 3,5 juta ton. Meski demikian, sebagian kebutuhan bensin masih dipenuhi dari impor negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Pemerintah juga menegaskan akan terus memperkuat produksi energi dalam negeri melalui pembangunan kilang dan peningkatan kapasitas produksi agar ketahanan energi nasional semakin kuat di masa mendatang.


Berita Terkait


News Update