Spesifikasi Drone Kamikaze Shahed-136 Milik Iran Seperti Apa? Ini Detail Teknologi yang Jadi Balasan Terhadap AS

Rabu 04 Mar 2026, 14:26 WIB
Teknologi Drone Kamikaze Shahed-136 buatan Iran. (Sumber: X/@RT_com)

Teknologi Drone Kamikaze Shahed-136 buatan Iran. (Sumber: X/@RT_com)

POSKOTA.CO.ID - Dalam beberapa hari terakhir, perhatian dunia tertuju pada teknologi Drone Kamikaze Shahed-136 buatan Iran.

Alat ini dilaporkan digunakan dalam serangan balasan oleh Teheran terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Teluk Arab.

Video yang diverifikasi oleh The New York Times sendiri menunjukkan unit Shahed-136 menghantam bangunan dan fasilitas di Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Meski diproduksi dengan biaya yang relatif murah, sekitar 35.000 dolar AS per unit, drone ini memiliki kemampuan yang tak bisa dipandang remeh.

Sebaliknya, untuk mencegat satu drone, militer AS harus mengeluarkan biaya antara 500.000 hingga 4 juta dolar AS (sekitar Rp 8,4–67,4 miliar).

Ketimpangan biaya inilah yang menjadikan Shahed-136 sebagai senjata asimetris yang efektif dalam peperangan modern.

Lalu, seperti apa sebenarnya spesifikasi Drone Kamikaze Shahed-136 buatan Iran yang digunakan dalam serangan balasan terhadap AS dan Israel?

Baca Juga: Apa Itu Status PTKP? Ini Arti K3, K0, TK0, HB hingga K2 yang Wajib Diketahui Pekerja

Spesfikasi Drone Kamikaze Shahed-136

Berikut informasi mengenai spesifikasi Drone Kamikaze Shahed-136 buatan Iran yang bisa disimak selengkapnya.

1. Kategori dan Konsep Operasi

Shahed-136 merupakan drone kamikaze atau loitering munition, yakni wahana nirawak yang dirancang untuk terbang menuju target dan meledakkan diri saat menghantam sasaran.

Sistem kerjanya menyerupai rudal berpemandu, namun memiliki kemampuan berputar-putar (loitering) di udara sebelum menukik. Nama “Shahed” sendiri berarti “saksi” dalam bahasa Persia.

2. Pengembang dan Latar Industri Militer

Drone ini dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries Research Center yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Produksi dan pengoperasiannya dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran sebagai bagian dari strategi perang asimetris Teheran.

3. Pembeda dari Drone Barat

Berbeda dengan drone tempur mahal seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, Hermes 450, dan IAI Heron, Shahed-136 mengedepankan desain sederhana dan biaya produksi rendah.

Meski minim teknologi visual yang kompleks, drone ini terbukti efektif di medan tempur, termasuk dalam konflik Rusia–Ukraina.

4. Dimensi dan Varian

Untuk kategori drone kamikaze, Shahed-136 tergolong berukuran relatif besar. Panjangnya sekitar 3 meter dengan bentang sayap mencapai 2,5 meter.

Drone ini diproduksi dalam beberapa varian, antara lain untuk misi anti-personel, penghancur kendaraan lapis baja, anti-benteng, hingga varian pencari radar.

Baca Juga: Sosok Selingkuhan Aditya Triantoro Siapa? Ramai Dicari Usai Dugaan Perselingkuhan Dibongkar Annisa Hadiyanti

5. Desain Fisik dan Struktur

Shahed-136 menggunakan desain delta wings, yakni bentuk segitiga yang menyatu dengan badan pesawat.

Struktur bodinya terlihat sederhana, berbahan aluminium dengan ujung pipa bulat pejal.

Drone tersebut tidak memiliki sirip tegak (rudder) mencolok maupun tonjolan sensor besar seperti drone Barat. Mesin yang digunakan berupa motor bensin dua tak dengan baling-baling kayu dua bilah.

6. Sistem Navigasi

Dalam sistem kendali penerbangan, Shahed-136 mengandalkan navigasi satelit GLONASS milik Rusia, yang setara dengan GPS Amerika Serikat.

Sistem ini memungkinkan drone melacak koordinat target secara presisi berdasarkan data yang telah diprogram sebelumnya.

7. Pola Serangan dan Taktik Swarm

Shahed-136 dirancang untuk menyerang dalam jumlah besar secara bersamaan atau dikenal sebagai swarm attack.

Strategi ini bertujuan membanjiri sistem pertahanan udara lawan. Meski sebagian drone berhasil ditembak jatuh, unit lainnya tetap berpotensi lolos dan menghantam target.

8. Profil Terbang dan Kemampuan Manuver

Drone ini mampu terbang sangat rendah, sekitar 20–30 meter di atas permukaan tanah untuk menghindari deteksi radar.

Namun, ia juga dapat mencapai ketinggian hingga 17.000 kaki atau sekitar 5,2 kilometer.

Kecepatannya mendekati 200 kilometer per jam, dan pada fase akhir serangan akan menukik tajam ke arah sasaran, memperpendek waktu respons lawan.

9. Sistem Sekali Pakai

Shahed-136 dirancang sebagai drone sekali pakai. Tidak terdapat roda pendarat atau mekanisme pemulihan.

Jika telah diluncurkan, drone akan terus melaju hingga mencapai target dan meledakkan diri bersama muatan hulu ledaknya.

10. Daya Hancur Hulu Ledak

Drone ini membawa hulu ledak seberat 20 hingga 40 kilogram. Meski tidak sebesar rudal konvensional, daya rusaknya cukup untuk menghancurkan infrastruktur penting, fasilitas militer, maupun bangunan sipil.

Pada ketinggian rendah, drone ini relatif sulit dijatuhkan dengan senjata ringan, terlebih dengan manuver menukik di detik-detik terakhir.


Berita Terkait


News Update