Drone ini dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries Research Center yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Produksi dan pengoperasiannya dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran sebagai bagian dari strategi perang asimetris Teheran.
3. Pembeda dari Drone Barat
Berbeda dengan drone tempur mahal seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, Hermes 450, dan IAI Heron, Shahed-136 mengedepankan desain sederhana dan biaya produksi rendah.
Meski minim teknologi visual yang kompleks, drone ini terbukti efektif di medan tempur, termasuk dalam konflik Rusia–Ukraina.
4. Dimensi dan Varian
Untuk kategori drone kamikaze, Shahed-136 tergolong berukuran relatif besar. Panjangnya sekitar 3 meter dengan bentang sayap mencapai 2,5 meter.
Drone ini diproduksi dalam beberapa varian, antara lain untuk misi anti-personel, penghancur kendaraan lapis baja, anti-benteng, hingga varian pencari radar.
5. Desain Fisik dan Struktur
Shahed-136 menggunakan desain delta wings, yakni bentuk segitiga yang menyatu dengan badan pesawat.
Struktur bodinya terlihat sederhana, berbahan aluminium dengan ujung pipa bulat pejal.
Drone tersebut tidak memiliki sirip tegak (rudder) mencolok maupun tonjolan sensor besar seperti drone Barat. Mesin yang digunakan berupa motor bensin dua tak dengan baling-baling kayu dua bilah.
6. Sistem Navigasi
Dalam sistem kendali penerbangan, Shahed-136 mengandalkan navigasi satelit GLONASS milik Rusia, yang setara dengan GPS Amerika Serikat.
Sistem ini memungkinkan drone melacak koordinat target secara presisi berdasarkan data yang telah diprogram sebelumnya.
