Alasan Bupati Bogor Pilih Kampung Citalahab jadi Pusat Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544

Rabu 03 Jun 2026, 20:19 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna HJB ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu 3 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Bupati Bogor Rudy Susmanto saat memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna HJB ke-544 di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu 3 Juni 2026. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Bupati Bogor Rudy Susmanto membeberkan alasannya memilih Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor sebagai pusat dari perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-544.

Perayaan HJB di luar kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor merupakan hal yang baru, sehingga menjadi momentum bersama ketika ingin melihat majunya Bumi Tegar Beriman.

Rudy mengatakan, sebenarnya yang dilihat bukan hanya Malasari saja. Tetapi di sejumlah titik Kabupaten Bogor juga masih banyak yang kondisinya sama, bahkan jauh lebih buruk.

Maka dari itu, Desa Malasari yang tadinya terisolir karena infrastruktur yang tak memadai, kini tengah diperbaiki perlahan mulai dari jalannya.

Baca Juga: Hari Jadi Bogor ke-544 Dipusatkan di Malasari Nanggung, Rudy Susmanto Ungkap Alasan Historisnya

“Pada saat kita melihat sesuatu hal yang kurang maka tugas kita adalah berupaya bersama-sama, kita optimalkan pelayanan publik bisa berjalan baik,” kata Rudy kepada wartawan, Rabu 3 Juni 2026.

Di Desa Malasari sendiri, Pemkab Bogor sudah membangun sekiranya 20 kilometer jalan. Dengan tujuan untuk membuka aksesibilitas masyarakat di Malasari, khususnya Kampung Citalahab.

Selain infrastruktur, Pemkab Bogor juga bakal menggenjot sarana pendidikan. Sebagai contoh bahwa kawasan terjauh dari pusat pemerintahan pun bisa tersorot untuk diatasi.

“Tetapi di balik itu, infrastruktur pendidikan juga harus dikejar. Masih ada SMP, SMA di desa ini yang beroperasi satu minggu hanya dua kali. Contoh anak SMP masuk hanya seminggu dua kali, lalu di minggu berikutnya sama karena harus berbagi ruang kelas dengan siswa-siswi SMA,” ujar Rudy.

Dengan adanya perayaan HJB di Desa Malasari, kata Rudy, Pemkab Bogor ingin membuat sesuatu yang berkesan untuk masyarakat di ujung Barat Kabupaten Bogor.

“Di ulang tahun yang ke-544 tahun kami pun berupaya bagaimana membuat sebuah acara yang berkesan bagi masyarakat, kita menggelontorkan anggaran biaya tapi anggaran biaya tersebut langsung digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (cr-6)


Berita Terkait


News Update