Shahed-136 dirancang untuk menyerang dalam jumlah besar secara bersamaan atau dikenal sebagai swarm attack.
Strategi ini bertujuan membanjiri sistem pertahanan udara lawan. Meski sebagian drone berhasil ditembak jatuh, unit lainnya tetap berpotensi lolos dan menghantam target.
8. Profil Terbang dan Kemampuan Manuver
Drone ini mampu terbang sangat rendah, sekitar 20–30 meter di atas permukaan tanah untuk menghindari deteksi radar.
Namun, ia juga dapat mencapai ketinggian hingga 17.000 kaki atau sekitar 5,2 kilometer.
Kecepatannya mendekati 200 kilometer per jam, dan pada fase akhir serangan akan menukik tajam ke arah sasaran, memperpendek waktu respons lawan.
9. Sistem Sekali Pakai
Shahed-136 dirancang sebagai drone sekali pakai. Tidak terdapat roda pendarat atau mekanisme pemulihan.
Jika telah diluncurkan, drone akan terus melaju hingga mencapai target dan meledakkan diri bersama muatan hulu ledaknya.
10. Daya Hancur Hulu Ledak
Drone ini membawa hulu ledak seberat 20 hingga 40 kilogram. Meski tidak sebesar rudal konvensional, daya rusaknya cukup untuk menghancurkan infrastruktur penting, fasilitas militer, maupun bangunan sipil.
Pada ketinggian rendah, drone ini relatif sulit dijatuhkan dengan senjata ringan, terlebih dengan manuver menukik di detik-detik terakhir.
