POSKOTACOID - Sebuah video viral di media sosial X (dulunya Twitter) menampilkan aksi sekelompok Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang yang ronda sahur.
Dalam video yang viral itu, nampak lebih dari sepuluh orang pemuda berkeliling membawa berbagai macam alat yang digunakan untuk membangunkan sahur, mirip seperti di Indonesia.
Terlihat, beberapa di antara pemuda mengenakan sarung dan peci sambil berkeliling di jalanan Jepang yang sepi.
Baca Juga: Link Video Ibu Kost Halmahera Beredar, Dugaan Tindak Asusila Jadi Sorotan
Para pemuda tersebut pun terlihat seperti memukul alat yang mereka bawa sambil menari dengan riang gembira.
"Jangan tiru adegan ini, adegan ini hanya dilakukan oleh orang nekad," tulis keterangan di video.
Video tersebut kemudian dibagikan oleh seorang pengguna dengan akun @harukaawake di akun X nya.
"Di Jepang, sekelompok Muslim merayakan Ramadan dengan menari dan berteriak di jalanan di tengah malam di sebuah pinggiran kota," tulis akun @harukaawake seperti dikutip pada Minggu, 22 Februari 2026.
Baca Juga: Senasib Jadi Single Mom Muda, Fairuz A Rafiq Beri Support Moral Penuh ke Wardatina Mawa
Pemilik akun mengaku merasa kasihan dengan warga yang tinggal di lingkungan tempat para pemuda tersebut melakukan aksinya.
"Perilaku yang sangat menjengkelkan. Saya merasa kasihan pada orang-orang yang tinggal di dekatnya," lanjutnya.
Sontak saja, video WNI di Jepang yang ronda sahur itu jadi bahan perbincangan hangat warganet dan dengan cepat viral di platform media sosial lain seperti Threads hingga Facebook.
Baca Juga: Sosok Pejabat Jabar Diduga Punya Utang Rp3 Miliar Siapa? Viral Dibongkar Ayu Aulia
Warganet Pertanyakan Keaslian Video Viral WNI di Jepang
Usai video sekelompok WNI yang diduga ronda sahur di Jepang viral di berbagai platform media sosial, warganet pun ramai mengomentari aksi tersebut.
Beberapa warganet sangat menyayangkan tindakan sekelompok WNI yang melakukan aksi itu, namun sebagian lainnya mempertahankan keaslian video.
Pasalnya, tak sedikit netizen yang mengaku jika antara video dan suara yang terekam tidak sinkron. Hal itu membuat netizen menduga bahwa suara orang-orang yang membangunkan sahur itu tidak asli, melainkan hanya ditambahkan ke video.
"Gak habis pikir, mereka ngapain keliling bangunin orang sahur? Memangnya di sana orang2nya puasa? Kerja di luar negeri tapi mindsetnya masih ketinggalan di kampung," kata seorang warganet.
"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Kalau kayak gini, bikin kesan negatif warga Jepang terhadap warga Indonesia," ujar yang lainnya.
"Saya tinggal di jepang kak dan ini emang viral disini, tapi sebenarnya itu gak ada suaranya. Aslinya cuma buat konten, suaranya dimasukkan saat pembuatan video. Walaupun begitu, konten gak mendidik sih sebenarnya," tulis seorang warganet.
"Katanya ini cuma konten, aslinya gak ada suaranya, liat deh gendangnya aja pake ujung kuku doang, yang main gitar juga gak digenjreng, gak kena senarnya. Tapi tetep aja jadi menggiring opini buruk ttg WNI di JPN pada akhirnya," komentar yang lain.
