Sementara untuk menu berat, pengunjung bisa memilih mie ayam, sate, nasi goreng, dan aneka soto sebagai hidangan utama berbuka.
Tidak hanya pembeli yang merasakan semarak Ramadan, para pedagang pastinya kebagian berkah. Imas, 41 tahun misalnya, pedagang lauk matang, mengatakan dirinya selalu berjualan di lokasi itu setiap bulan puasa. Ia menyebut antusiasme warga sudah terlihat sejak awal Ramadan.
“Alhamdulillah, saya setiap tahun berjualan di sini. Kalau bukan bulan puasa, saya keliling jualannya. Sehari dapat 300 ribuan mah," ucap perempuan asal Cirebon tersebut.
Baca Juga: Lapangan Padel Bising, Warga Pulomas Bentangkan Spanduk Protes
Meski harga bahan pokok seperti sayur, ayam, dan daging mengalami kenaikan, Imas mengaku berupaya tidak menaikkan harga jual secara signifikan. Ia ingin tetap menjaga pelanggan agar tidak keberatan berbelanja. Namun jika terpaksa, ia memilih mengurangi porsi, dibanding menaikkan harga.
"Saya mah mau bulan puasa atau enggak harga tetap, untung dapat, berkah puasa juga insya Allah dapat," kata ibu dua anak itu.
Di luar Ramadhan, kawasan ini memang dikenal sebagai lokasi pasar malam yang ramai hingga menjelang tengah malam. Kedekatannya dengan permukiman dan perkantoran membuat pembelinya berasal dari berbagai kalangan.
Saat bulan puasa tiba, denyut ekonominya semakin terasa, pedagang meraup untung dan pengunjung mendapatkan apa yang diinginkan untuk berbuka puasa. (man)
