CIPUTAT TIMUR, POSKOTA.CO.ID - Tradisi ngabuburit masih terasa kuat bagi masyarakat Pondok Ranji, Tangerang Selatan, setiap kali Ramadhan tiba.
Warga dari berbagai penjuru mulai berdatangan dan memadati Jalan Komplek Pertamina, Kecamatan Ciputat Timur. Mereka berburu aneka takjil dan hidangan berbuka untuk disantap bersama keluarga di rumah.
Selepas waktu ashar, kawasan perumahan ikonik itu berubah menjadi sentra kuliner musiman. Deretan lapak berdiri di sepanjang tepi jalan, menawarkan beragam menu yang menggugah selera.
Suasana semakin semarak dengan suara pedagang menawarkan dagangannya serta pengunjung yang tawar-menawar harga.
Baca Juga: Lakukan Patroli Pusaka, Polresta Tangerang Bakal Tindak Tegas Pelaku Tawuran
Lina, 26 tahun, mengaku hampir setiap bulan Ramadhan selalu ngabuburit dengan berburu takjil di lokasi tersebut. Ia merasa senang dengan banyaknya pilihan kuliner yang tersedia.
Di samping itu harganya juga cukup kompetitif dan pedagangnya tidak aji mumpung dengan memanfaatkan bulan Ramadan.

“Hampir tiap Ramadan saya ke sini. Pilihannya banyak, harganya juga masih masuk akal. Pedagangnya juga tidak aji mumpung meski lagi bulan puasa,” kata Lina saat ditemui.
Menurut Lina, suasana ramai tapi tertib membuatnya nyaman berbelanja. Pasar Ramadhan di Kompleks Pertamina bukan hanya tempat mencari makanan, namun juga cocok dikunjungi untuk sekadar ngabuburit menunggu berbuka puasa.
Baca Juga: Jaga Kondusifitas Ramadhan, Satpol PP Jakut Sita 637 Botol Miras Ilegal
Di pasar Ramadhan ini, ditawarkan berbagai kuliner mulai dari camilan ringan, dimsum, kebab, telur gulung, papeda, hingga sempol yang banyak diminati anak-anak.
Sementara untuk menu berat, pengunjung bisa memilih mie ayam, sate, nasi goreng, dan aneka soto sebagai hidangan utama berbuka.
Tidak hanya pembeli yang merasakan semarak Ramadan, para pedagang pastinya kebagian berkah. Imas, 41 tahun misalnya, pedagang lauk matang, mengatakan dirinya selalu berjualan di lokasi itu setiap bulan puasa. Ia menyebut antusiasme warga sudah terlihat sejak awal Ramadan.
“Alhamdulillah, saya setiap tahun berjualan di sini. Kalau bukan bulan puasa, saya keliling jualannya. Sehari dapat 300 ribuan mah," ucap perempuan asal Cirebon tersebut.
Baca Juga: Lapangan Padel Bising, Warga Pulomas Bentangkan Spanduk Protes
Meski harga bahan pokok seperti sayur, ayam, dan daging mengalami kenaikan, Imas mengaku berupaya tidak menaikkan harga jual secara signifikan. Ia ingin tetap menjaga pelanggan agar tidak keberatan berbelanja. Namun jika terpaksa, ia memilih mengurangi porsi, dibanding menaikkan harga.
"Saya mah mau bulan puasa atau enggak harga tetap, untung dapat, berkah puasa juga insya Allah dapat," kata ibu dua anak itu.
Di luar Ramadhan, kawasan ini memang dikenal sebagai lokasi pasar malam yang ramai hingga menjelang tengah malam. Kedekatannya dengan permukiman dan perkantoran membuat pembelinya berasal dari berbagai kalangan.
Saat bulan puasa tiba, denyut ekonominya semakin terasa, pedagang meraup untung dan pengunjung mendapatkan apa yang diinginkan untuk berbuka puasa. (man)
