Dengan mengingat kematian, seseorang diharapkan dapat menyucikan hati, menata niat, dan memperbaiki kualitas ibadah selama bulan puasa.
Kematian, kata UAS, adalah nasihat paling sunyi namun paling kuat. Berbeda dengan ceramah yang hanya didengar lewat telinga, ziarah kubur menghadirkan pelajaran nyata yang disaksikan langsung oleh mata.
Kendati demikian, Ustadz Abdul Somad mengingatkan agar ziarah kubur tetap dilakukan dengan menjaga adab.
Peziarah dianjurkan mengucapkan salam kepada ahli kubur, mendoakan mereka, serta menghindari perbuatan yang dilarang seperti duduk atau menginjak makam.
Selain itu, ziarah hendaknya tidak disertai ratapan berlebihan, tindakan yang dapat memperparah kesedihan, atau praktik-praktik yang bertentangan dengan akidah Islam.
Baca Juga: Viral Sosok Ayah Bigmo Jannah Terjerat Kasus Korupsi: Siapa Muhammad Nasihan dan Apa Pekerjaannya?
Tata Cara Ziarah Kubur
Berikut adalah beberapa tata cara ziarah kubur yang baik dan dianjurkan menurut ajaran Islam.
1. Mengucapkan Salam Saat Memasuki Area Pekuburan
Hal pertama yang dianjurkan ketika memasuki area pemakaman adalah mengucapkan salam kepada para penghuni kubur.
Salam ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa bagi kaum muslimin yang telah wafat. Adapun bacaan salam ziarah kubur sebagai berikut.
السّلامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ أَنْتُمْ لَنَا فَرْطُ وَنَحْنُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ
Arab Latin: Assalamu 'alâ ahlid diyâr, minal mu'minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyaAllahu bikum lâhiqûn.
Artinya: Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.
2. Membaca Surah-surah Pendek
Setelah mengucapkan salam, peziarah dianjurkan membaca surah-surah pendek dari Al-Qur’an.
