Tradisi Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan 2026 Ramai, Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Minggu 08 Feb 2026, 12:25 WIB
Tradisi ziarah kubur jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Tradisi ziarah kubur jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, tradisi ziarah kubur kembali ramai dilakukan masyarakat di berbagai daerah.

Pemakaman umum mulai dipadati peziarah yang datang bersama keluarga untuk mendoakan orang tua, kakek-nenek, serta sanak saudara yang telah wafat.

Fenomena ini kerap terjadi setiap tahun, terutama pada pekan-pekan terakhir sebelum puasa dimulai.

Namun, di tengah ramainya tradisi tersebut, pertanyaan soal hukum ziarah kubur menjelang Ramadhan kembali mencuat.

Tidak sedikit masyarakat yang masih ragu, apakah ziarah kubur sebelum puasa memiliki dasar dalam ajaran Islam atau justru termasuk amalan yang tidak dianjurkan.

Lantas, bagaimana hukum tradisi ziarah kubur jelang Ramadhan 2026? Berikut penjelasan Ustadz Abdul Somad yang dikutip dari kanal YouTube Zhafran Channel pada Minggu, 8 Februari 2026.

Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing

Hukum Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan

Menanggapi hal tersebut, pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan komprehensif terkait hukum ziarah kubur menjelang Ramadhan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menegaskan, ziarah kubur pada dasarnya merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Ia menjelaskan, pada masa awal Islam, Rasulullah memang sempat melarang umatnya berziarah kubur.

Larangan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan karena pada saat itu praktik ziarah sering disalahgunakan untuk pamer kebanggaan, kesombongan, dan kebanggaan terhadap nasab maupun kekayaan.


Berita Terkait


News Update