Tradisi Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadhan 2026 Ramai, Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Minggu 08 Feb 2026, 12:25 WIB
Tradisi ziarah kubur jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Tradisi ziarah kubur jelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Amalan ini diniatkan sebagai hadiah pahala untuk ahli kubur sekaligus sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Surah-surah yang lazim dibaca antara lain Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, meskipun tidak ada ketentuan baku mengenai surah tertentu.

3. Membaca Doa Ziarah Kubur

Berikut bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 3 kali:

‎اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ أَنْلَا تُعَذِّبَ هَذَا الْمَيِّتِ

Arab Latin: Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu'adzdziba hâdzal may-yit.

Artinya: Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.

4. Meletakkan Tangan di Kuburan sambil Baca Doa

Terakhir, letakkan tangan di kuburan sambil membaca doa berikut:

‎اللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَأَنِسٌ وَحْشَتَهُ، وَآمِنْ رَوْعَتَهُ، وَأَسْكِنْ إِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَيَسْتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَالْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاهُ

Arab Latin: Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw'atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî biha 'an rahmatin min siwaka, wa alhiqhu biman kama yatawallâhu.

Artinya: Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.

5. Melepas Alas Kaki Ketika Memasuki Area Pekuburan

Selain itu, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah seorang yang mengunjungi kuburan sebaiknya melepas alas kaki ketika memasuki area pekuburan. Hal ini seperti diterangkan dalam sebuah hadits berikut:

‎عن بَشِيرِ ابْنِ الْخَصَاصِيَةِ اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَمْشِي فِي نَعْلَيْنِ بَيْنَ الْقُبُورِ فَقَالَ يَا صَاحِبَ السَّبْتِيَّتَيْنِ أَلْقِهِمَا. [رواه البخاري واحمد وابو داود و النسائي وابن ماجه]

Artinya: "Diriwayatkan dari Basyir bin al-Khasasiyyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seseorang yang berjalan di antara kuburan dengan memakai kedua sandalnya, kemudian beliau bersabda; "Wahai pemakai dua sandal, lepaslah sandalmu"." [HR. al-Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai dan Ibnu Majah]

Namun, sebagai catatan hal ini tetaplah harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

6. Menghadap Kiblat Ketika Berada di Kuburan

‎لِحَدِيْثِ البَرَاءِ اَنَّهُ جَلَسَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ لَمَّا خَرَجَ اِلَي المَقْبَرَةِ. [رواه ابو داود]

Artinya: "Menilik hadis Bara' bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk menghadap qiblat ketika pergi berziarah kubur" [HR. Abu Dawud]

7. Menjaga Adab dan Niat dalam Ziarah Kubur


Berita Terkait


News Update