Namun, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan Gunung Bulusaraung yang terjal dan berisiko tinggi.
“Akses menuju lokasi cukup ekstrem. Kami harus memastikan keamanan personel sebelum melakukan evakuasi,” jelas Andi.
Ia menambahkan, jalur evakuasi akan melalui jalur pendakian resmi meskipun jaraknya lebih jauh. Jalur alternatif yang lebih dekat tidak dipilih karena dinilai terlalu berbahaya.
Baca Juga: Cek 15 Platform Nonton Video Bokeh atau Film Jepang Gratis Legal Tanpa Proxy VPN? Cek Selengkapnya!
“Kami memilih jalur pendakian resmi karena relatif lebih aman, meski membutuhkan waktu lebih lama,” tutupnya.
Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Wilayah Maros
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 sekitar pukul 13.17 Wita.
Pesawat yang melayani rute Yogyakarta-Makassar tersebut kehilangan komunikasi saat melintas di wilayah Kabupaten Maros.
Pesawat diketahui mengangkut 11 orang yang terdiri dari delapan awak dan tiga penumpang dengan tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan untuk memastikan kondisi korban serta penyebab insiden.
