Dari hasil pemeriksaan visum luar terhadap jasad bayi, tim Inafis pimpinan Kasi Dokkes Polres Metro Depok yang juga Pamenwas, AKP Yono memastikan pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik.
"Untuk memastikan penyebab kemarian bayi tidak berdosa ini langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulan ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi. Dengan hasil otopsi nanti akan dapat diketahui penyebab kematian korban apa karena sengaja di tenggelamkan atau faktor yang lainnya," kata Yono.
Sementara itu, dari hasil penyisiran anggota piket Reskrim Polsek Tajurhalang di sekitar lokasi kejadian, ditemukan barang bukti lain botol susu, pakaian, dan pampers yang diduga milik korban.
Baca Juga: Printer dan Proyektor SDN 1 Cikeas Bogor Digondol Maling, Polisi Masih Dalami Identitas Pelaku
"Barang bukti yang berhasil kami amankan dari lokasi kejadian berupa pelengkapan sehari-hari korbam ditemukan dalam selokan hanya berjarak 20 meter dari kolam empang. Yaitu berupa botol susu, sehelai pakaian kaos bayi warna kuning, dan pampers," ujar dia.
Selain itu, Raden mengungkapkan saat penemuan pertama kali, diperkirakan jasad bayi tersebut belum lama meninggal.
"Hasil pemeriksaan tim identifikasi tubuh bayi belum kaku alias masih segar dan bersih. Pada kelaminya masih terpasang pampers yang baru diganti," ungkapnya.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian bayi tidak berdosa ini, Raden Suwito masih menunggu hasil otopsi dari RS Polri Kramat Jati.
"Masih terlalu dini jika kami menyimpulkan kematian korban. Masih menunggu hasil otopsi tim dokter di RS Polri Kramat Jati," kata dia.
Untuk mencari pelaku pembuang bayi, Raden Suwito masih mengerahkan anggota Reskrim dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tajurhalang Ipda Mareben Simarsoit untuk melakukan penyelidikan.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya. (ang)
