Banjir Putus Akses Ahmad Yani-Priok, Polisi Izinkan Motor Melintas Tol Wiyoto Wiyono

Minggu 18 Jan 2026, 14:39 WIB
Kepala Induk Jaya 2 Sat PJR, AKP Sumari menjelaskan diskresi diambil setelah jalan arteri Ahmad Yani, Rawamangun tidak dapat dilewati kendaraan roda dua akibat banjir, Minggu, 18 Januari 2026. (Sumber: Sat PJR Polda Metro Jaya)

Kepala Induk Jaya 2 Sat PJR, AKP Sumari menjelaskan diskresi diambil setelah jalan arteri Ahmad Yani, Rawamangun tidak dapat dilewati kendaraan roda dua akibat banjir, Minggu, 18 Januari 2026. (Sumber: Sat PJR Polda Metro Jaya)

TANJUNG PRIOK, POSKOTA.CO.ID - Banjir setinggi sekitar 60 hingga 80 sentimeter di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta Timur, menyebabkan akses menuju kawasan Tanjung Priok terputus pada Minggu, 18 Januari 2026.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, kepolisian memberikan kebijakan khusus dengan mengizinkan sepeda motor melintas melalui Tol Wiyoto Wiyono.

Kepala Induk Jaya 2 Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Polda Metro Jaya, AKP Sumari, menjelaskan bahwa diskresi tersebut diambil setelah jalan arteri Ahmad Yani di wilayah Rawamangun tidak dapat dilewati kendaraan roda dua akibat banjir. Kondisi itu memicu penumpukan pengendara motor di Gerbang Tol Pulo Mas.

“Akibat hujan yang turun sejak malam hingga pagi, terjadi genangan cukup tinggi di Jalan Ahmad Yani. Ketinggian air mencapai sekitar 60 sampai 80 sentimeter, sehingga akses ke arah Tanjung Priok terputus dan kendaraan roda dua tidak bisa melintas,” ujar Sumari saat dikonfirmasi Poskota, Minggu, 18 Januari 2026.

Baca Juga: Viral! WNI Kepergok Buang Sampah di Hutan Lindung Australia, Langsung Ditegur dan Dipaksa Membersihkan

Menurut Sumari, situasi tersebut membuat antrean sepeda motor di Gerbang Tol Pulo Mas semakin panjang. Kendaraan roda dua menumpuk di gerbang tol dan jumlahnya terus bertambah, sehingga pihaknya mengambil langkah diskresi dengan membuka akses terbatas bagi pemotor untuk melintasi jalan tol. 

Lebih lanjut, pengendara sepeda motor tersebut dikawal petugas mulai dari Gerbang Tol Pulo Mas hingga keluar di Off Ramp Kebon Bawang, Jakarta Utara.

Ia memastikan, selama pelaksanaan pengawalan, para pengendara mengikuti arahan petugas di lapangan sehingga situasi tetap terkendali.

“Kami memutuskan melakukan diskresi kepolisian dengan memberikan pengawalan kepada pengendara roda dua dari GT Pulo Mas sampai Off Ramp Kebon Bawang,” pungkasnya.


Berita Terkait


News Update